Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Warga berada di depan rumah yang terendam banjir di Desa Tanjungkarang, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (17/1/2026). (ANTARA FOTO/Nirza)
Warga berada di depan rumah yang terendam banjir di Desa Tanjungkarang, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (17/1/2026). (ANTARA FOTO/Nirza)

Intinya sih...

  • Pertamina Patra Niaga memastikan stok BBM dan LPG di Jepara, Kudus, dan Pati aman

  • Pertamina siasati banjir lewat jalur alternatif dan tambahan ribuan tabung LPG 3 kg

  • Daftar SPBU yang tutup sementara akibat banjir di Kudus serta alternatifnya

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Semarang, IDN Times – Tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah Jawa Tengah pada awal Januari 2026 menyebabkan banjir di sejumlah titik. Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah memastikan ketersediaan energi, baik Bahan Bakar Minyak (BBM) maupun Liquefied Petroleum Gas (LPG), di wilayah Kabupaten Jepara, Kudus, dan Pati tetap dalam kondisi aman dan terkendali.

Genangan banjir dalam sepekan terakhir dilaporkan menghambat beberapa jalur distribusi vital, seperti kawasan Trengguli di Kabupaten Demak, Kaligawe dan Pengapon di Kota Semarang, serta jalur lintas Kudus–Jepara–Juwono.

Menyikapi kondisi tersebut, Pertamina bergerak cepat merekayasa distribusi guna memastikan roda perekonomian dan kebutuhan warga tetap terpenuhi.

1. Siasati banjir lewat jalur alternatif

Ilustrasi pengendara sepeda motor melintas usai mengisi BBM di SPBU Pertamina. (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)

Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan mengatakan, pihaknya telah memitigasi kendala di lapangan dengan strategi khusus. Salah satunya adalah mengubah pola waktu dan rute pengiriman.

“Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan BBM dan LPG di wilayah Jepara, Kudus, dan Pati yang terdampak banjir tetap aman. Kami melakukan pengaturan distribusi pada dini hari saat tidak ada kemacetan serta merubah jalur suplai agar kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi meskipun terdapat kendala akibat banjir,” katanya dilansir keterangan resmi, Minggu (18/1/2026).

Taufiq merinci, mobil tangki kini diprioritaskan melewati jalur alternatif via Grobogan–Mranggen untuk menghindari titik-titik genangan parah di jalur Pantura. Pengiriman pada dini hari juga dinilai efektif memangkas waktu tempuh di tengah situasi lalu lintas yang tak menentu akibat bencana.

2. Tambahan ribuan tabung LPG 3 kg

Ilustrasi pekerja mengangkut gas elpiji 3 kilogram ke dalam truk di SPBE. (ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin)

Selain BBM, Pertamina juga memberikan perhatian khusus pada ketersediaan gas melon atau LPG 3 Kg. Langkah fakultatif berupa penambahan pasokan dilakukan secara masif untuk mencegah kelangkaan dan menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.

Taufiq merinci, total tambahan pasokan yang disiapkan meliputi:

  • Kabupaten Jepara: 33.600 tabung.

  • Kabupaten Kudus: 29.080 tabung.

  • Kabupaten Pati: 37.520 tabung.

“Dengan pasokan yang mencukupi, diharapkan distribusi LPG tetap lancar dan masyarakat dapat memperoleh LPG sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET),” ujar Taufiq. Hal tersebut sekaligus untuk menutup celah bagi oknum tak bertanggung jawab yang ingin memanfaatkan situasi bencana.

3. Daftar SPBU yang tutup dan alternatifnya

Ilustrasi petugas SPBU (kanan) melayani warga yang mengisi bahan bakar untuk kendaraan. (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)

Demi alasan keselamatan (safety), Pertamina terpaksa menghentikan sementara operasional beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang terendam banjir di wilayah Kudus.

Adapun, SPBU yang ditutup sementara adalah:

  1. SPBU 43.593.18 (Jl. Lingkar Utara, Bacin).

  2. SPBU 44.593.15 (Jalur Pantura Demak–Kudus).

  3. SPBU 48.595.05 (Jl. Raya Demak, perbatasan Kudus–Demak).

Sebagai solusinya, masyarakat diarahkan untuk mengisi BBM di SPBU alternatif terdekat yang masih beroperasi, yaitu:

  • SPBU 44.593.04 Matahari (Jl. Jend. Ahmad Yani, Kudus).

  • SPBU 44.593.01 Prambatan (Jl. Raya Kudus–Jepara).

  • SPBU 44.593.09 Hadipolo (Jl. Raya Kudus–Pati).

  • SPBU 44.593.25 Rendeng (Jl. Jend. Sudirman, Kudus).

Taufiq menjamin, SPBU yang sempat terendam tidak akan langsung beroperasi begitu air surut. Pihaknya akan memeriksa secara menyeluruh (quality control) untuk memastikan tidak ada kontaminasi air pada produk BBM.

“Kami memastikan kualitas BBM dan LPG tetap sesuai standar. Setiap SPBU yang terdampak banjir akan dilakukan pengecekan terlebih dahulu sebelum kembali melayani masyarakat,” tutupnya.

Editorial Team