Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Banjir yang menggenangi sejumlah wilayah di Kota Pekalongan. (dok Pemkot Pekalongan)
Banjir yang menggenangi sejumlah wilayah di Kota Pekalongan. (dok Pemkot Pekalongan)

Pekalongan, IDN Times - Banjir masih terjadi di sejumlah wilayah Kota Pekalongan, banjir terjadi akibat meluapnya Sungai Bremi di sisi barat kota Pekalongan mengakibatkan permukiman warga tergenang, terutama di Kelurahan Tirto, Kecamatan Pekalongan Barat.

1. Ratusan rumah warga terendam banjir

Banjir yang menggenangi sejumlah wilayah di Kota Pekalongan. (dok Pemkot Pekalongan)

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan menyebutkan luapan air sungai Bremi akibat curah hujan yang tinggi menyebabkan ratusan rumah warga. Mereka terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman yakni ke titik pengungsian di Aula Kecamatan Pekalongan Barat.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kota Pekalongan, Aprilyanto Dwi Purnomo, mengatakan sejak 29 hingga 30 Januari 2025 hujan intensitas sedang-lebat disertai angin dengan durasi cukup lama terjadi di Kota Pekalongan.

"Disamping banjir karena curah hujan tinggi, dibarengi dengan naiknya permukaan air laut, sehingga terjadilah banjir. Intensitas hujan tinggi selama 2 hari menyebabkan daerah cekung di Kota Pekalongan tergenang dan drainase penuh serta limpas Sungai Bremi sisi barat Kota Pekalongan menggenangi permukiman warga khususnya di wilayah Kelurahan Tirto," kata Aprilyanto.

 

2. Ketinggian air bervariasi dari 10-40 cm

ilustrasi rumah banjir (pexels.com/Helena Jankovicova Kovacova)

April menyebutkan, banjir juga terjadi di sebagian wilayah Kecamatan Pekalongan Utara, sebagian wilayah Kecamatan Pekalongan Timur, dan Kecamatan Pekalongan Barat yang cukup berdampak.

Selain jalan, banjir juga merendam sejumlah kelurahan dengan ketinggian air bervariasi antara 10 hingga 40 cm, di antaranya Kelurahan Tirto, Podosugih, Gamer, Pasirkratonkramat, Klego, Kauman (Sugihwaras), Karangmalang (Bondansari, RT 4 RW 13), serta Kalibaros (RT 2 RW 1).

 

3. Siapkan tempat pengungsian

Tenda pengungsi korban banjir di Makassar, Rabu (25/12/2024). IDN Time/Ashrawi Muin

Camat Pekalongan Barat, M Natsir mengatakan sudah menyiapkan posko pengungsian di Aula Kecamatan Pekalongan Barat bagi warga yang rumahnya terdampak bencana banjir. Untuk di Kecamatan Pekalongan Barat, wilayah yang terdampak cukup parah ada di RW 08 Kelurahan Tirto, namun mereka masih bertahan sementara di Mushola Al Munir Kampung Baru Tirto yang lokasinya tak jauh dari kediaman warga setempat.

"Ketika disana sudah tidak memungkinkan, mereka bisa mengungsi di Aula Kecamatan Pekalongan Barat. Kami juga sudah menyiapkan armada dan personel kelurahan untuk mobilisasi penjemputan pengungsi. Untuk sarpras juga sudah kami siapkan sinergi bersama instansi terkait seperti BPBD, DPUPR untuk penyediaan tambahan toilet mobile, tandon air dan sebagainya,"kata Natsir.

Untuk logistik, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Dinsos-P2KB untuk menyuplai makanan dan minuman serta kebutuhan lain yang diperlukan pengungsi. Ia menghimbau kepada masyarakat terdampak banjir khususnya di Kecamatan Pekalongan Barat agar selalu mengutamakan keselamatan diri.

Editorial Team