Bank BJB Cetak Laba Rp1,1 Triliun, Kredit Digital Tumbuh 216 Persen

Bank BJB membukukan laba bersih Rp1,1 triliun hingga September 2026, naik 37,3 persen secara tahunan, didorong pengelolaan biaya dana, pendapatan komisi, efisiensi, dan pengendalian risiko.
Pendapatan bunga bersih naik 1,8 persen, fee-based income mencapai Rp1,7 triliun, serta beban operasional turun sekitar 2 persen; BJB juga membentuk CKPN Rp692 miliar.
Aset konsolidasi Grup BJB mencapai Rp219,7 triliun dan kredit Rp142,3 triliun; outstanding kredit digital KGB Pisan Rp271,4 miliar, tumbuh 216,6 persen secara tahunan.
Semarang, IDN Times - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB) mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,1 triliun hingga September 2026. Capaian tersebut tumbuh 37,3 persen secara tahunan atau year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
1. Pertumbuhan laba ditopang strategi growth with quality

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB) mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,1 triliun hingga September 2026. (Dok. Bank BJB) Pertumbuhan laba tersebut ditopang strategi growth with quality melalui pengelolaan biaya dana, peningkatan pendapatan berbasis komisi, efisiensi operasional, serta pengendalian risiko kredit.
Direktur Utama Bank BJB, Ayi Subarna menyampaikan, perkembangan kinerja tersebut dalam Earnings Call Triwulan III Tahun Buku 2026 di Bandung, Kamis (29/10/2026). Kegiatan tersebut diikuti investor dan analis pasar modal.
Menurutnya, konsistensi strategi dan kemampuan beradaptasi menjadi faktor penting dalam menjaga kinerja perusahaan di tengah dinamika industri perbankan.
2. Efisiensi operasional ikut dorong pertumbuhan laba

Ilustrasi layanan Bank BJB. (dok. BJB) Berdasarkan laporan kinerja hingga September 2026, pendapatan bunga bersih BJB tumbuh 1,8 persen secara tahunan. Sementara itu, pendapatan berbasis komisi atau fee-based income mencapai Rp1,7 triliun.
Perseroan juga mencatat penurunan beban operasional sekitar 2 persen. Efisiensi tersebut mendorong pertumbuhan laba operasional sebelum pencadangan kerugian penurunan nilai atau Pre-Provision Operating Profit (PPOP) lebih dari 5,5 persen secara tahunan.
Di sisi lain, BJB membentuk Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) sebesar Rp692 miliar secara konservatif untuk mengantisipasi potensi risiko portofolio.
Dari sisi kualitas aset, rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) tercatat 2,87 persen. Adapun rasio Loan at Risk (LAR) berada di level 9,92 persen.
3. Total aset konsolidasi capai Rp219,7 triliun

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB) mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,1 triliun hingga September 2026. (Dok. Bank BJB) Hingga September 2026, total aset konsolidasi Grup BJB mencapai Rp219,7 triliun. Perusahaan anak menyumbang Rp44,9 triliun atau sekitar 20 persen dari total aset tersebut.
Sementara itu, total kredit dan pembiayaan konsolidasi tercatat Rp142,3 triliun. Khusus penyaluran kredit bank secara individual atau bank only, nilainya mencapai Rp112,9 triliun, meningkat Rp1,8 triliun dibandingkan posisi triwulan sebelumnya.
Segmen konsumer masih mendominasi portofolio kredit Bank BJB dengan nilai Rp74,4 triliun atau sekitar 66 persen dari total kredit bank only.
Salah satu produk yang dikembangkan adalah KGB Pisan. Hingga September 2026, outstanding produk kredit digital tersebut mencapai Rp271,4 miliar, tumbuh 39,4 persen secara kuartalan dan 216,6 persen secara tahunan.
Pada segmen produktif, kredit korporasi meningkat Rp1 triliun atau 7 persen dibandingkan triwulan sebelumnya. Sementara itu, segmen komersial bertambah Rp495 miliar atau 4,2 persen.
4. Dana pihak ketiga tercatat Rp155,6 triliun

Ilustrasi layanan Bank BJB. (dok. BJB) Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) konsolidasi Bank BJB mencapai Rp155,6 triliun hingga September 2026. Jumlah tersebut terdiri dari kontribusi perusahaan anak sebesar Rp31,4 triliun dan bank only sebesar Rp124,2 triliun.
Rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) berada di level 86,8 persen, sedangkan rasio Current Account Saving Account (CASA) tercatat 44,9 persen.
Untuk memperkuat pendanaan, bank bjb terus mendorong akuisisi nasabah, memperluas kerja sama penggajian atau payroll, serta meningkatkan aktivitas transaksi.
Transformasi digital juga menjadi salah satu upaya memperluas basis nasabah. Melalui kanal digital, pembukaan rekening baru tercatat berkisar 7.000 hingga 12.000 rekening setiap bulan.
Memasuki triwulan IV 2026, bank bjb akan melanjutkan strategi pertumbuhan berkualitas melalui penguatan dana murah, pengendalian biaya dana, penyaluran kredit secara selektif, peningkatan pendapatan berbasis komisi, dan efisiensi operasional.
Perseroan juga melanjutkan upaya pemulihan kredit bermasalah serta memperkuat proses analisis kredit untuk menjaga kualitas aset dan mendukung pertumbuhan bisnis berkelanjutan.




















