Souvenir motif batik 'Sekar Puren'. (IDN Times/Larasati Rey)
Dalam pembuatan motif tersebut Badan Ororita Borobudur bekerja sama dengan pihak Balai Pelestarian Situs Manusia Purban (BPSMP) Sangiran untuk mengolah motif batik Sangiran yang telah ada menjadi produk barang dagangan (merchandise). Adapun, merchandise dibuat oleh para perajin batik lokal dan penjahit lokal setempat.
"Berbagai bentuk suvenir batik Sangiran yang bernilai ekonomis karena sarat seni dan budaya melalui storytelling yang dimilikinya," ujar Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrasstruktur Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf)/ Baparekaref, Oneng Setya Harini saat penutupan peningkatan kapasitas usaha ekonomi kreatif fesyen di kawasan pariwisata Borobudur, Kamis (17/11/2022).
Diharapkan, para pengrajin batik di DPN Solo-Sangiran dan sekitarnya memiliki database pengembangan motif batik, jenis dan katalog produk yang menarik, sehingga menambah diversifikasi produk (suvenir, pakaian, dan dekorasi rumah), yang siap dipamerkan dan menjadi pintu masuk dengan Ritel Modern/ Holding BUMN Pariwisata.