Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Batu Besar Hantam Rumah di Purbalingga, Satu Warga Tewas Tertimbun
Ilustrasi longsor (IDN Times/Sukma Shakti)
  • Sebuah batu besar jatuh dari tebing di Desa Sangkanayu, Purbalingga, menghantam rumah warga dan menewaskan satu orang serta melukai satu lainnya pada Minggu pagi.
  • Evakuasi dilakukan secara gotong royong oleh warga dan perangkat desa sebelum korban dibawa ke RS PKU Muhammadiyah Bobotsari untuk penanganan medis.
  • BPBD Purbalingga turun langsung membantu evakuasi, mendata kerugian, serta mengimbau warga di lereng perbukitan agar waspada terhadap potensi longsor akibat cuaca ekstrem.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Purbalingga, IDN Times – Duka menyelimuti Desa Sangkanayu, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga. Sebuah bongkahan batu besar jatuh dari tebing dan menghantam pemukiman warga pada Minggu (12/4/2026) pagi, mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan satu lainnya luka parah.

Kepala Desa Sangkanayu, Ali Nur Setiawan, mengungkapkan insiden tragis ini terjadi sekitar pukul 09.55 WIB di Dusun Tambleg Pondokangka. Material batu berukuran raksasa meluncur dari tebing dan langsung menghancurkan area dapur salah satu rumah warga.

Saat kejadian, para korban dilaporkan sedang berada di dalam rumah. Karena proses longsor yang sangat cepat, mereka tidak sempat menyelatkan diri dari terjangan material bangunan.

"Batu besar dari tebing langsung menimpa area dapur. Korban atas nama Yanti (37) meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara korban lainnya, Kasini (34), mengalami luka serius," jelas Ali.

Proses evakuasi dilakukan secara gotong royong oleh warga setempat dan perangkat desa di tengah reruntuhan bangunan. Kedua korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Bobotsari untuk penanganan lebih lanjut.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Purbalingga, Revon Haprindiat, menyatakan pihaknya telah terjun ke lapangan untuk membantu proses evakuasi dan pendataan kerugian. Mengingat cuaca ekstrem yang masih mengancam, ia meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal di bawah lereng perbukitan.

“Kami terus mendorong penguatan Desa Tangguh Bencana (Destana) agar masyarakat lebih siap melakukan mitigasi mandiri saat terjadi cuaca ekstrem,” ungkap Revon.

Pihak BPBD juga mengingatkan warga agar segera mengungsi ke tempat yang lebih aman jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi dalam durasi yang lama guna menghindari jatuhnya korban jiwa susulan.

Editorial Team