Semarang, IDN Times – Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jawa Tengah I kembali memperingatkan dan mengimbau kepada masyarakat dan investor ritel untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap volatilitas pasar modal. Penekanan utama ditujukan pada pentingnya menghindari saham-saham spekulatif atau yang lazim disebut saham gorengan, serta kewajiban memahami profil risiko sebelum bertransaksi.
BEI Jateng Ingatkan Bahaya Saham Gorengan, Prioritaskan Edukasi Risiko

Intinya sih...
BEI Jateng I mengingatkan pentingnya manajemen risiko dalam investasi saham, dengan fokus pada edukasi risiko sebelum bertransaksi.
Fanny Rifqi menyarankan investor pemula untuk menggunakan instrumen indeks saham terpercaya dan memberikan panduan spesifik terkait instrumen investasi yang sesuai dengan karakter investor.
BEI Jateng I secara agresif menggelar program literasi dengan 50 event edukasi gratis setiap bulan, membuka pintu bagi organisasi, kelompok studi, dan individu yang ingin belajar pasar modal secara benar.
1. Prioritas manajemen risiko
Kepala Kantor BEI Jawa Tengah I, Fanny Rifqi mengatakan, edukasi mengenai risiko investasi kini menjadi prioritas utama otoritas bursa di daerah. Hal itu dilakukan untuk menekan potensi kerugian investor akibat tergiur imbal hasil instan tanpa analisis yang matang.
Fanny menjelaskan, dalam setiap materi edukasi standar (SOP) yang disampaikan kepada masyarakat, pihaknya selalu menempatkan mitigasi risiko di urutan pertama sebelum membahas potensi keuntungan (return).
"Beli saham itu ada risikonya. Makanya kita coba untuk beri tahu bahwa investasi di pasar modal itu harus sesuai dengan profil risikonya. Jadi, untuk membedakan edukasi yang benar tentang pasar modal, adalah kita mengedepankan risiko dan antisipasi, baru setelah itu kita bicara keuntungan," katanya kepada IDN Times, Kamis (5/2/2026).
Lebih lanjut, Fanny menyarankan investor pemula untuk menggunakan instrumen indeks saham yang terpercaya, seperti LQ45 atau IDX30, yang berisi saham-saham dengan fundamental dan likuiditas teruji, sebagai acuan investasi yang layak.
Strategi Hadapi Profil Risiko
Fanny juga memberikan panduan spesifik terkait instrumen investasi yang sesuai dengan karakter investor, yakni dengan melihat dua hal.
Profil Konservatif: Disarankan memilih Obligasi Negara atau Reksa Dana Pendapatan Tetap.
Profil Moderat hingga Agresif: Dapat masuk ke instrumen saham dengan tetap memperhatikan analisis.
Fanny menekankan, pembelian saham wajib didahului oleh dua jenis analisis, yakni analisis fundamental dan teknikal.
"Saham gorengan sendiri di setiap kesempatan kegiatan edukasi selalu kita sampaikan untuk dihindari dari awal," tegasnya.
Meski demikian, Fanny mengakui masih ada tantangan di lapangan di mana investor kerap "terpleset" karena keserakahan (greed) akan return tinggi, sehingga mengabaikan aspek fundamental.
"Kadang celahnya ada di situ, tergiur dengan investasi tinggi. Itu di luar kuasa kami, karena kami memiliki keterbatasan tidak bisa mengedukasi seluruh masyarakat--dari beragam latar belakang--sekaligus," imbuhnya.
Gelar 50 Event Edukasi Gratis Sebulan
Untuk meminimalisir praktik investasi yang keliru, BEI Jawa Tengah I secara agresif menggelar program literasi. Fanny menyebutkan, sepanjang Januari 2026, tercatat sudah puluhan kegiatan edukasi dilaksanakan BEI Jateng I.
"Januari 2026 ini intinya setiap hari ada edukasi, baik di kantor maupun di Galeri Investasi. Rata-rata sehari ada dua kegiatan. Jika dihitung hari kerja ada 20 hari, berarti ada sekitar 40 sampai 50 event dalam sebulan," papar Fanny.
BEI, lanjut Fanny, membuka pintu seluas-luasnya bagi organisasi, kelompok studi, maupun individu yang ingin belajar pasar modal secara benar. Fanny memastikan seluruh layanan edukasi dan konseling yang disediakan oleh BEI tidak dipungut biaya.
Masyarakat yang ingin mendapatkan pendampingan atau mengikuti Sekolah Pasar Modal (SPM) dapat mengakses informasi melalui:
Akun media sosial resmi @IDX_Semarang.
Galeri Investasi di berbagai kampus mitra.
Datang langsung ke Kantor Perwakilan BEI.
"Kami membuka kanal-kanal pembelajaran edukasi maupun konseling bagi masyarakat. Tidak ada yang berbayar, semuanya gratis," pungkasnya.