Bengkel teaching factory Karya Speed di SMK Harapan Mulya Kendal melayani rata-rata 200 sepeda motor per bulan dan membukukan omzet kumulatif Rp601,5 juta dalam empat tahun. Dari kolong kendaraan warga, para siswa belajar melampaui batas teori ruang kelas.
[FOTO] Belajar di Bawah Mesin Orang Lain
![[FOTO] Belajar di Bawah Mesin Orang Lain](https://image.idntimes.com/post/20261022/ajp-2026-bengkel-4_bba04681-235d-4322-930b-ec3574301443_watermarked_idntimes-2.jpg)
Bengkel teaching factory Karya Speed di SMK Harapan Mulya Kendal memberi siswa pengalaman menangani motor pelanggan, termasuk diagnosis kerusakan, prosedur servis, dan komunikasi konsumen.
Sejak bermitra dengan PT Pertamina Lubricants pada November 2022, bengkel membuka akses publik, menjalankan layanan kunjung, serta merawat armada perusahaan hingga menangani sekitar 200 motor per bulan.
Karya Speed membukukan omzet kumulatif Rp601,5 juta hingga Agustus 2026; dana dipakai memperbarui fasilitas dan memberi insentif siswa. Sebanyak 150 siswa terlibat, dengan 20 lulusan merintis bengkel mandiri.
Kendal, IDN Times — Dari balik kolong sebuah sepeda motor pelanggan di bengkel teaching factory (TeFa) Karya Speed, wajah Muhammad Daffa menyembul. Peluh bercampur noda pelumas menempel di jemari siswa kelas XII Jurusan Teknik Sepeda Motor (TSM) SMK Harapan Mulya Kendal itu saat ia memeriksa bagian bawah mesin dengan kunci pas di tangan.
Di bengkel sekolah yang berdiri di tepi Jalur Pantura, Jalan Soekarno-Hatta, Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal tersebut, praktik kejuruan langsung bersentuhan dengan dunia usaha. Sepeda motor yang antre setiap hari bukanlah mesin peraga sekolah yang bebas dibongkar pasang tanpa risiko, melainkan kendaraan harian warga dan pekerja lapangan yang menuntut ketepatan waktu serta jaminan keselamatan.
"Masalah teknis kendaraan di lapangan sangat beragam. Di bengkel ini saya belajar menghadapi tantangan mekanik yang sebenarnya, mulai dari mendiagnosis kerusakan hingga berkomunikasi dan melayani konsumen dengan baik," ujar Daffa kepada IDN Times, Rabu (16/9/2026).
Bimbingan guru pendamping di area bengkel membantu Daffa dan rekan-rekannya mengatasi kecanggungan saat berhadapan dengan pelanggan umum. Setiap kendaraan yang masuk ditangani mengikuti prosedur bengkel komersial, diawali dengan pencatatan keluhan pada Surat Perintah Kerja (SPK) di meja penerimaan, pemeriksaan menyeluruh, hingga penyampaian estimasi biaya secara transparan.
Perubahan bengkel praktik menjadi unit bisnis sekolah itu bermula sejak SMK Harapan Mulya menggandeng PT Pertamina Lubricants melalui program Enduro Home Service (EHS) pada November 2022. Agar tidak terkesan eksklusif di dalam lingkungan sekolah, pihak sekolah membongkar tembok pembatas dan menghadapkan gerbang bengkel langsung ke jalan raya utama agar mudah diakses masyarakat.
Kepala SMK Harapan Mulya Kendal, Rikha Imaniarti menjelaskan, keterbukaan akses tersebut diiringi dengan strategi pemasaran jemput bola yang dijalankan bersama para siswa. Selain melayani pelanggan yang datang langsung, siswa aktif mengajukan proposal layanan Servis Kunjung ke perumahan, instansi, dan komunitas di wilayah Kendal, serta menjalin kemitraan perawatan armada dengan perusahaan ekspedisi dan kurir e-commerce melalui fasilitas bayar tunda (paylater).
"Melalui strategi tersebut, kapasitas layanan Karya Speed kini stabil menangani sekitar 200 unit sepeda motor setiap bulan," kata Rikha.
Seiring meningkatnya kepercayaan pelanggan, kinerja keuangan bengkel turut tumbuh signifikan. Saat awal beroperasi pada akhir 2022, Karya Speed baru mencatatkan omzet sekitar Rp12 juta, lalu meningkat menjadi Rp102 juta sepanjang Januari–Agustus 2026. Secara kumulatif selama hampir empat tahun berjalan (November 2022–Agustus 2026), bengkel sekolah ini berhasil membukukan perputaran omzet Rp601,5 juta.
Pendapatan tersebut menopang ekosistem mandiri di lingkungan sekolah karena dikelola terpisah dari dana operasional reguler. Laba bengkel diputar kembali untuk membarui peralatan diagnostik digital dan fasilitas kerja, sedangkan sebagian lainnya dibagikan sebagai insentif bagi siswa yang bertugas.
Corporate Secretary PT Pertamina Lubricants, Rika Gresia Wahyudi menuturkan, program EHS yang berbasis Creating Shared Value (CSV) dirancang agar keahlian otomotif siswa tidak hanya menjadi bekal melamar pekerjaan, tetapi juga modal membuka lapangan usaha. Hingga September 2026, program EHS telah bermitra dengan 53 SMK di seluruh Indonesia.
Di SMK Harapan Mulya sendiri, tercatat 150 siswa telah terlibat dalam operasional Karya Speed sejak 2022, dan 20 lulusan di antaranya kini sukses merintis bengkel mandiri melalui pembinaan lanjutan Enduro Student Program (ESP). Pada akhirnya, di bawah deru mesin milik pelanggan yang silih berganti masuk ke ruang servis, Daffa dan rekan-rekannya sedang merakit fondasi kemandirian masa depan mereka sendiri.
Di Bawah Mesin

Seorang siswa Jurusan Teknik Sepeda Motor (TSM) SMK Harapan Mulya memeriksa bagian bawah mesin sepeda motor pelanggan di bengkel teaching factory (TeFa) Karya Speed, Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Rabu (16/9/2026). Bengkel sekolah yang menghadap langsung ke Jalur Pantura ini difungsikan sebagai laboratorium bisnis nyata yang melayani perawatan kendaraan masyarakat umum. (IDN Times/Dhana Kencana) Ruang Belajar yang Melayani

Suasana aktivitas perawatan kendaraan di bengkel teaching factory Karya Speed yang berada di lingkungan SMK Harapan Mulya, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Rabu (16/9/2026). Bengkel ini merupakan bagian dari jaringan 53 SMK mitra program Enduro Home Service (EHS) PT Pertamina Lubricants di seluruh Indonesia yang melatih siswa mengelola usaha perbengkelan secara profesional. (IDN Times/Dhana Kencana) Menata Kendaraan

Dua siswa memindahkan sepeda motor pelanggan di area kerja bengkel Karya Speed, SMK Harapan Mulya, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Rabu (16/9/2026). Tingginya arus kendaraan—termasuk dari layanan Servis Kunjung dan kemitraan armada kurir e-commerce serta ekspedisi—menuntut siswa sigap mengatur alur keluar-masuk motor sesuai standar keselamatan kerja. (IDN Times/Dhana Kencana) Belajar Melayani

Seorang siswa mencatat keluhan pelanggan pada Surat Perintah Kerja (SPK) di meja penerimaan (front desk) bengkel Karya Speed, SMK Harapan Mulya, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Rabu (16/9/2026). Selain mengasah keterampilan mekanis, operasional bengkel membekali siswa dengan kecakapan komunikasi pelayanan, administrasi pembukuan, hingga pengelolaan transaksi digital dan fasilitas bayar tunda (paylater). (IDN Times/Dhana Kencana) Bekerja Bersama

Sejumlah siswa bekerja sama memperbaiki sepeda motor pelanggan di bengkel Karya Speed, SMK Harapan Mulya, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Rabu (16/9/2026). Sejak bergulir pada November 2022, sebanyak 150 siswa SMK Harapan Mulya telah ditempa melalui sistem kerja tim dan pembagian peran teknis di bengkel ini. (IDN Times/Dhana Kencana) Menuangkan Pelumas

Seorang siswa menuangkan pelumas Pertamina Enduro baru saat menangani servis rutin sepeda motor pelanggan di bengkel Karya Speed, SMK Harapan Mulya, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Rabu (16/9/2026). Selama hampir empat tahun beroperasi (November 2022–Agustus 2026), bengkel yang juga menerapkan prosedur penampungan limbah oli bekas terstandar ini telah membukukan akumulasi omzet Rp601,5 juta. (IDN Times/Dhana Kencana) Mengerjakan Bagian Depan Motor

Sejumlah siswa bekerja sama memperbaiki sepeda motor pelanggan di bengkel Karya Speed, SMK Harapan Mulya, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Rabu (16/9/2026). Sejak bergulir pada November 2022, sebanyak 150 siswa SMK Harapan Mulya telah ditempa melalui sistem kerja tim dan pembagian peran teknis di bengkel ini. (IDN Times/Dhana Kencana) Belajar Menjaga Kepercayaan Masyarakat

Para siswa menangani perawatan berkala sepeda motor pelanggan di area servis bengkel Karya Speed, SMK Harapan Mulya, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Rabu (16/9/2026). Kepala SMK Harapan Mulya Kendal, Rikha Imaniarti, menyebutkan bahwa bengkel ini rata-rata melayani 200 unit sepeda motor per bulan dengan perputaran laba yang dikembalikan untuk pembaruan alat diagnostik dan insentif siswa. (IDN Times/Dhana Kencana) Belajar dari Pekerjaan

Seorang siswa membongkar komponen blok mesin sepeda motor di bengkel Karya Speed, SMK Harapan Mulya, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Rabu (16/9/2026). Melalui kesinambungan program Enduro Home Service (EHS) dan Enduro Student Program (ESP), sekolah ini telah melahirkan 20 alumnus yang mampu mengelola bengkel mandiri selepas lulus. (IDN Times/Dhana Kencana)




















