Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Taksi Bluebird di Solo. (IDN Times/Larasati Rey)
Taksi Bluebird di Solo. (IDN Times/Larasati Rey)

Intinya sih...

  • Bluebird mengaktifkan kembali 40 armada taksi berbasis Kosti di Solo

  • Direktur Utama PT Blue Bird, Adrianto Djokosoetono menjelaskan target 50 unit akhir tahun

  • Menghidupkan kembali kebiasaan naik taksi di Solo, kolaborasi dan kearifan lokal

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Surakarta, IDN Times - Bluebird mengaktifkan kembali armada taksi berbasis Kosti di Kota Solo sebagai upaya memperkuat layanan mobilitas masyarakat. Meski izin operasional armada Kosti sempat nonaktif, kini perusahaan mulai merealisasikan perizinan tersebut secara bertahap.

1. Ada 50 armada yang dioperasikan

Taksi Bluebird di Solo. (IDN Times/Larasati Rey)

Direktur Utama PT Blue Bird, Adrianto Djokosoetono menjelaskan, Kosti memiliki sejarah panjang hingga 30 tahun di Solo. Kini pihaknya masuk dengan melihat kondisi ekonomi dan kebutuhan mobilitas kota.

“Tahapan kita masih di bawah kemampuan Kosti selama 30 tahun itu, tapi kita bergerak terus mengikuti perkembangan perekonomian dan penetrasi pasar di Solo,” ujarnya, Sabtu (28/11/2025).

Saat ini terdapat 40 unit kendaraan yang sudah siap, namun baru 22 unit yang beroperasi setiap hari. Dalam dua minggu ke depan, seluruh 40 unit ditargetkan beroperasi.

Bluebird juga menargetkan 50 unit berjalan pada akhir tahun. Selanjutnya, perkembangan armada akan dievaluasi setiap 1–2 bulan karena banyak izin Kosti lainnya yang masih bisa diaktifkan.

2. Menghidupkan Kembali Kebiasaan Naik Taksi di Solo

Pengemudi armada taksi Bluebird, anak perusahaan Bluebird Group. (IDN Times/Dhana Kencana)

Solo selama ini memiliki jumlah taksi yang sangat minim. Dampaknya, pola mobilitas masyarakat bergeser karena terbiasa memesan kendaraan atau menunggu lebih lama.

“Taksi itu kan bisa stop di jalan dan langsung naik tanpa pemesanan. Kemudahan ini yang ingin kami hidupkan lagi di Solo,” jelasnya.

Bluebird berencana menempatkan armada di titik simpul transportasi, kawasan komersial, dan lokasi strategis agar masyarakat bisa langsung naik taksi tanpa menunggu aplikasi.

Selain itu, aplikasi My Bluebird juga akan segera aktif sepenuhnya di Solo. Dengan kombinasi pemesanan online dan naik langsung di jalan, perusahaan berharap aksesibilitas mobilitas meningkat.

3. Kolaborasi dan Kearifan Lokal.

Launching Taksi Bluebird di Solo. (IDN Times/Larasati Rey)

Dari sisi kinerja perusahaan, tambahan armada di Solo disebut akan memberi efek positif.

“Armada Bluebird nasional ada 25 ribu. Penambahan berapa pun pasti ada kontribusi positif,” katanya.

Untuk tahun ini kontribusi Solo masih terbatas karena baru berjalan satu bulan, namun tahun depan kontribusinya akan penuh dalam 12 bulan.

Model kerjasama Bluebird–Kosti di Solo disebut tidak sama dengan pola rekrutmen standar Bluebird, karena ada adaptasi dengan kearifan lokal dan pengalaman Kosti selama tiga dekade.

Program seperti ini sebelumnya juga berhasil di daerah lain seperti Yogyakarta dan Bandung.

Editorial Team