Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
BPJN Perintahkan Satker dan PPK Responsif Terhadap Pola Hujan
Aktivitas lalu lintas ruas Jalan Kaligawe Semarang saat muncul perbaikan di lajur kiri jalan. (IDN Times/Dok Humas Pemprov Jateng)
  • BPJN Jawa Tengah fokus memperbaiki jalur Pantura menjelang Lebaran, menargetkan kondisi jalan aman dan nyaman sebelum puncak arus mudik meski terkendala cuaca hujan.
  • Kepala BPJN Moch Iqbal Tamher menginstruksikan seluruh satuan kerja dan PPK tetap responsif terhadap pola hujan agar target perbaikan tidak terganggu.
  • Gubernur Ahmad Luthfi menyebut kemantapan jalan provinsi mencapai 94 persen, dengan proyeksi jutaan pemudik akan melintasi Jawa Tengah selama periode Lebaran 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Semarang, IDN Times - Perbaikan jalur mudik di ruas Pantura Jawa Tengah menemui hambatan pada cuaca. Di sisi lain, proses penambalan jalan sampai sekarang masih dikerjakan para petugas dari BPJN. 

Kepala BPJN Jawa Tengah DIY, Moch Iqbal Tamher mengatakan, fokus utama penanganan menjelang Lebaran berada di jalur Pantura. Sebab Pantura menjadi tulang punggung arus kendaraan dari arah barat ke timur Jawa.

“Kegiatan penambalan dan perbaikan kita lakukan sampai H-10 Lebaran. Targetnya sebelum puncak arus mudik, kondisi jalan sudah aman dan nyaman dilintasi,” ujarnya, Jumat (27/2/2026). 

1. Kepala BPJN Jateng: Kalau malamnya hujan, paginya harus siap kerja

Kepala BPJN Jateng DIY Iqbal Tamher saat berbicara di sela konferensi pers. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Data per 27 Februari 2026 menyebutkan, total jalan nasional di Jawa Tengah mencapai 256 ruas dengan panjang 1.581,45 kilometer.

Selain jalan, kondisi jembatan nasional di Jawa Tengah juga dipastikan siap melayani arus mudik. 

Tercatat terdapat 852 unit jembatan dengan total panjang 33.075,32 meter. Tingkat kemantapan jembatan mencapai 97,41 persen berdasarkan unit dan 95,67 persen berdasarkan panjang.

Menurut Iqbal, faktor cuaca menjadi tantangan utama dalam pelaksanaan pekerjaan. Namun ia telah menginstruksikan seluruh satuan kerja dan PPK agar tetap responsif terhadap pola hujan.

“Kalau hujan malam, pagi harus sudah siap kerja. Target tidak boleh terganggu. Persiapan alat, bahan, dan tenaga harus selalu siap,” tegasnya.

2. BPJN berharap bisa layani pemudik lebih baik ketimbang tahun kemarin

Ruas Jalan Kaligawe Semarang terlihat sedang dilakukan pengerasan cor-coran untuk mengebut perbaikan jelang arus mudik. (IDN Times/Dok Humas Pemprov Jateng)

Ia menambahkan, intensitas hujan di wilayah Pantura mulai berkurang dibanding akhir Januari dan awal Februari. Dengan kondisi tersebut, ia optimistis target H-10 dapat tercapai.

“Kita berharap Lebaran tahun ini bisa lebih baik dalam melayani para pemudik,” katanya.

3. Ahmad Luthfi klaim kemantapan jalan provinsi sudah 94 persen

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi bersama Kepala BPBD Grobogan dan perwakilan BBWS Pemali Juana melihat dampak banjir di Gubug Grobogan. (IDN Times/Dok Humas Pemprov Jateng)

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan wilayahnya siap menyambut pemudik pada Lebaran 2026. Langkah menghadapi arus mudik dan arus balik telah disiapkan, termasuk percepatan perbaikan jalan.

Menurut Luthfi, Jawa Tengah merupakan wilayah utama perlintasan nasional, sehingga persiapan infrastruktur tidak boleh dilakukan setengah-setengah.

Berdasarkan proyeksi Kementerian Perhubungan, sebanyak 17,7 juta orang diperkirakan masuk ke Jawa Tengah selama periode Lebaran 2026. Secara nasional, Jawa Tengah juga tercatat sebagai provinsi tujuan favorit dengan estimasi pergerakan mencapai 38,71 juta orang.

Menghadapi lonjakan tersebut, Luthfi menekankan kondisi jalan provinsi terus dimantapkan.

“Kita mempunyai jalan hampir 2.200 kilometer yang menjadi kewenangan provinsi. Tingkat kemantapan jalan provinsi 94 persen. Tahun 2026 fokus pada perawatan,” ujarnya beberapa waktu lalu. 

Editorial Team