Semarang, IDN Times — Kecerdasan buatan (AI) mulai masuk dalam pembelajaran kewirausahaan bagi pelajar SMA dan SMK. Melalui Zurich Entrepreneurship Program (ZEP), sebanyak 6.125 siswa di 10 kota akan mendapatkan pengalaman membangun bisnis sekaligus belajar memanfaatkan teknologi digital pada tahun ajaran 2026–2027.
Bukan Sekadar Jualan, 6.125 Pelajar Belajar Bangun Bisnis dengan AI

1. Pembelajaran tak hanya fokus pada teori kewirausahaan
Program tersebut dijalankan Zurich Indonesia bersama Z Zurich Foundation dan Prestasi Junior Indonesia (PJI). Pembelajaran tidak hanya berfokus pada teori kewirausahaan. Para siswa akan menjalankan Student Company yang memberi pengalaman mulai dari mengidentifikasi kebutuhan pasar, mengembangkan produk dan merek, hingga mengelola operasional serta keuangan usaha.
Country Manager Zurich Indonesia, Edhi Tjahja Negara mengatakan, perubahan teknologi dan perilaku konsumen membuat keterampilan kewirausahaan perlu disesuaikan dengan kebutuhan dunia usaha saat ini.
“Dunia usaha terus berubah seiring perkembangan teknologi, perilaku konsumen, dan dinamika ekonomi. Melalui Zurich Entrepreneurship Program, kami ingin membekali generasi muda dengan pengalaman nyata untuk membaca peluang, memanfaatkan teknologi secara bijak, dan mengambil keputusan finansial yang tepat,” ujarnya, Kamis (24/9/2026).
Dalam implementasi tahun ini, AI menjadi salah satu bagian dari proses belajar siswa. Teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk membantu mengembangkan ide bisnis, melakukan riset pasar sederhana, menyusun materi promosi, hingga mengeksplorasi peluang usaha baru.
2. Siswa dibekali pemahaman gunakan teknologi secara kritis dan etis
Namun, penggunaan AI dalam program ini tidak ditempatkan sekadar sebagai alat untuk mempercepat pekerjaan. Siswa juga dibekali pemahaman mengenai penggunaan teknologi secara kritis, etis, dan bertanggung jawab.
Pendekatan tersebut ditujukan agar pemanfaatan AI tetap berjalan bersama kreativitas dan integritas siswa sebagai pelaku usaha.
Selain teknologi, program tahun ini mengangkat tema kearifan lokal. Siswa didorong menggali budaya, sumber daya, serta potensi ekonomi di lingkungan sekitar untuk dikembangkan menjadi inspirasi bisnis.
Dengan pendekatan tersebut, produk yang dibuat siswa diharapkan tidak hanya berorientasi pada penjualan, tetapi juga memiliki identitas dan nilai tambah yang bersumber dari potensi daerah masing-masing.
Program ZEP pada fase kedua sebelumnya telah menjangkau lebih dari 10.000 siswa. Dari proses tersebut, lahir 35 bisnis pelajar dengan omzet kolektif mencapai Rp339 juta.
3. Pembelajaran libatkan guru hingga agen asuransi
Pengalaman menjalankan bisnis secara langsung menjadi bagian penting dalam metode pembelajaran ZEP.
Head of Enabling Social Equity Z Zurich Foundation, Adriana Poglia mengatakan, perkembangan teknologi dan ekonomi membuka peluang baru yang perlu diikuti dengan akses terhadap pengetahuan dan pengalaman yang relevan.
“Transformasi teknologi dan perkembangan lanskap ekonomi membuka banyak peluang baru bagi generasi muda. Melalui ZEP, kami berupaya memberikan mereka akses yang setara terhadap pengetahuan, pengalaman, dan jejaring yang dapat membantu mereka memanfaatkan peluang tersebut,” katanya.
Pembelajaran juga melibatkan guru, mentor PJI, karyawan, serta agen Zurich Indonesia. Mereka memberikan pendampingan terkait dunia usaha, literasi finansial, hingga gambaran dunia kerja.
4. ZEP targetkan jangkau 16.975 siswa hingga 2028
Direktur Eksekutif Prestasi Junior Indonesia, Utami Anita Herawati menyampaikan, pengalaman menjalankan bisnis secara langsung membantu siswa melihat potensi di sekitar mereka sebagai peluang ekonomi.
“Pengalaman membangun usaha secara langsung membantu siswa mengubah kreativitas dan potensi di sekitar mereka menjadi peluang yang bernilai,” ujarnya.
ZEP fase kedua ditargetkan menjangkau 16.975 siswa hingga 2028. Selain menjalankan bisnis di sekolah, siswa dengan bisnis terbaik berkesempatan mengikuti kompetisi kewirausahaan tingkat regional dan nasional. Mereka juga berpeluang melanjutkan pengalaman tersebut ke kompetisi kewirausahaan pelajar tingkat internasional.
Melalui perluasan program tersebut, pembelajaran kewirausahaan diarahkan tidak hanya untuk menghasilkan siswa yang mampu membuat produk dan menjualnya, tetapi juga membangun kemampuan membaca perubahan pasar, mengelola keuangan, memanfaatkan teknologi, serta menciptakan peluang usaha.
Curated For You
- [INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial 09 Sep 2026, 13:52 WIB
- 6 Proposal Kewirausahaan Mahasiswa Undip Lolos P2MW 2026, Ini Usahanya27 May 2026, 21:57 WIB
- Penegakan Hukum Keracunan MBG Dipertanyakan, 11 Tokoh Bersuara21 Sep 2026, 07:00 WIB
- Bisnis Tisu Serat Bambu Siswa SMA 3 Semarang Moncer di Ajang Nasional24 Jun 2025, 08:03 WIB