Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
bian lian, mal ciputra, imlek
Mal Ciputra menghadirkan seni pertunjukkan klasik Bian Lian dari Sichuan, Tiongkok di puncak perayaan Tahun Baru Imlek 2026, Rabu (18/2/2026). (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

Intinya sih...

  • Atraksi ganti wajah sekejap pukau pengunjung Mal Ciputra Semarang dalam perayaan Imlek 2026.

  • Pesta kembang api, atraksi barongsai dan liong, serta pohon angpao mewarnai pergantian tahun 2577 Kongzili di Kota Semarang.

  • Suasana kemeriahan perayaan Imlek 2026 masih terasa di segala penjuru Kota Semarang.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Semarang, IDN Times - Suasana kemeriahan perayaan Imlek 2026 masih terasa di segala penjuru Kota Semarang. Pesta kembang api, atraksi barongsai dan liong, hingga pohon angpao mewarnai pergantian tahun 2577 Kongzili, tak terkecuali di Mal Ciputra Semarang. 

1. Wajah berubah dalam kedipan mata

Mal Ciputra menghadirkan seni pertunjukkan klasik Bian Lian dari Sichuan, Tiongkok di puncak perayaan Tahun Baru Imlek 2026, Rabu (18/2/2026). (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

Kali ini pusat perbelanjaan di kawasan Simpang Lima Semarang memiliki cara yang berbeda dalam menyuguhkan atraksi budaya Tionghoa untuk menghibur pengunjung pada perayaan Imlek 2026. Yakni, menghadirkan seni pertunjukkan klasik Bian Lian dari Sichuan, Tiongkok, Rabu (18/2/2026).

Bian Lian dikenal dengan teknik pergantian wajah berbalut topeng yang terjadi dalam sekejap mata tanpa terlihat prosesnya oleh penonton. Hal itu tampak saat seorang pemain berkostum ala Kaisar Tiongkok berwarna kuning turun dari panggung dan berjalan ke arah pengunjung yang menonton, lalu ia menunjukkan pergantian warna topeng yang dikenakan.

Seperti topeng biru dalam kedipan mata bisa berubah warga jingga dalam hitungan detik. Penonton yang menyaksikan langsung terpukau dan kaget dengan atraksi tersebut.

Keahlian ini bukan sekedar trik panggung, melainkan warisan budaya bernilai tinggi yang telah diwariskan secara turun-temurun dan hanya dikuasai oleh seniman terlatih.

2. Lambangkan beragam emosi dan dinamika kehidupan

Mal Ciputra menghadirkan seni pertunjukkan klasik Bian Lian dari Sichuan, Tiongkok di puncak perayaan Tahun Baru Imlek 2026, Rabu (18/2/2026). (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

“Setiap ekspresi dan warna topeng yang dipertunjukkan dalam Bian Lian melambangkan beragam emosi serta dinamika kehidupan, seperti keberanian, kebijaksanaan, hingga sukacita. Harapannya pengunjung terhibur bukan hanya dengan Bian Lian saja, namun juga dengan berbagai pertunjukan yang kami hadirkan dalam rangka Imlek ini, ” ungkap General Manager Mal Ciputra Semarang, Ani Suyatni di sela acara.

Selain Bian Lian, perayaan Imlek di Mal Ciputra Semarang yang mengusung tema “Harmony In Bloom” sudah digelar sejak tanggal 14 Februari 2026. Berbagai ornamen warna merah khas Tiongkok terpajang di setiap sudut mal.

Selama perayaan berlangsung hadir Barongsai Parade, Caishen Parade, hingga Fortune Teller. Selain itu, juga ada Oriental Music Show yang sarat nuansa budaya, Dragon Dance yang identik dengan simbol kekuatan dan energi positif.

3. Mempererat kebersamaan masyarakat di tengah keberagaman

Mal Ciputra menghadirkan seni pertunjukkan klasik Bian Lian dari Sichuan, Tiongkok di puncak perayaan Tahun Baru Imlek 2026, Rabu (18/2/2026). (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

Ada juga program belanja Lucky Wish sebagaimana dengan berbelanja Rp500 ribu, maka pengunjung akan mendapatkan hadiah langsung berupa voucher belanja hingga Rp250 ribu.

Selain itu, juga digelar pengundian program belanja Surprize Gold, sebagaimana pengunjung yang berbelanja pada bulan November 2025 hingga Januari 2026 berkesempatan untuk mendapatkan logam mulia emas hingga 10 gram.

Tidak hanya menampilkan berbagai pertunjukan spesial, namun puncak perayaan Imlek juga digelar Donor Darah dan Cek Kesehatan gratis sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap masyarakat.

‘’Melalui perayaan Imlek ini, Mal Ciputra Semarang tidak hanya meriah secara visual, namun juga mempererat kebersamaan masyarakat, menghadirkan pengalaman yang hangat, serta menjadi simbol harmoni yang terus tumbuh di tengah keberagaman,’’ pungkas Ani.

Editorial Team