Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG-20260115-WA0103.jpg
Direktur SDM dan Transformasi Bulog, Sudarsono Hardjosoekarto dan Bupati Pati Sudewo menandatangani kesepakatan pemberian lahan hibah untuk pembangunan gudang giling padi, penyimpanan beras dan pabrik tepung. (IDN Times/Dok Bulog Jateng)

Intinya sih...

  • Akan dibangun gudang penyimpanan beras hingga pabrik tepung

  • Kemitraan dengan Pemkab Pati bisa direplikasi ke banyak kabupaten kota

  • Fasilitas yang dibangun dilengkapi alat pengering dan teknologi penyimpanan terbaru

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Pati, IDN Times - Pemerintah Kabupaten Pati menghibahkan lahan tanah seluas 5,2 hektare kepada Perum Bulog sebagai langkah mendukung program ketahanan pangan nasional.

Lahan yang dihibahkan berlokasi di dua lokasi. Masing-masing seluas 2 hektare di Desa Kayen dan 3,2 hektare di Desa Margoyoso. 

Berdasarkan keterangan resmi dari Bulog, hibah tanah tersebut salah satunya untuk menopang pembangunan 100 lokasi infrastruktur pasca panen. 

Proses hibah tanah di Pati ditandai dengan penandatanganan MoU oleh Sudarsono Hardjosoekarto sebagai Direktur SDM dan Transformasi Perum Bulog dengan Bupati Sudewo di Pendopo Pemkab Pati.

Menurut Bupati Pati Sudewo, hibah tanah merupakan wujud nyata dukungan daerah terhadap komitmen pemerintah pusat memperkuat ketahanan pangan. 

"Kami berkomitmen menyediakan lahan strategis untuk mendukung pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan bangsa,” ujarnya, Kamis (16/1/2026). 

1. Akan dibangun gudang penyimpanan beras hingga pabrik tepung

Direktur SDM dan Transformasi Bulog, Sudarsono Hardjosoekarto dan Bupati Pati Sudewo menunjukkan hasil pendatanganan perjanjian lahan hibah. (IDN Times/Dok Bulog Jateng)

Pemberian hibah tanah ini juga arahan langsung dari Presiden Prabowo untuk memperkuat sistem logistik pangan dan meningkatkan daya serap hasil panen petani. 

Di lokasi lahan hibah di Pati, rencananya dibangun gudang penyimpanan, sentra penggilingan padi, gudang penyimpanan beras dan jagung, serta pabrik tepung. 

Dengan fasilitas ini, diharapkan kualitas hasil panen dapat terjaga dari hulu sampai hilir, sekaligus mengurangi kehilangan hasil pasca panen. 

2. Kemitraan dengan Pemkab Pati bisa direplikasi ke banyak kabupaten kota

Bulog memastikan kualitas beras Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tetap terjaga optimal melalui serangkaian langkah pengawasan ketat di gudang. (dok. Bulog)

Direktur SDM dan Transformasi Bulog, Sudarsono Hardjosoekarto, menyampaikan bahwa kemitraan dengan pemerintah daerah seperti Pati merupakan model kerja sama yang diharapkan dapat direplikasi di banyak kabupaten/kota lain di seluruh Indonesia. 

“Kolaborasi ini memperkuat sinergi pusat-daerah demi terwujudnya ketahanan pangan yang berkelanjutan,” ujar Sudarsono.

3. Fasilitas yang dibangun dilengkapi alat pengering dan teknologi penyimpanan terbaru

Para petani menggiling padi yang telah dipanen di sawah. (IDN Times/Dok Humas Bulog Semarang)

Perum Bulog menyatakan bahwa pembangunan gudang baru bukan semata pembangunan fisik, tetapi bagian dari strategi nasional untuk mengoptimalkan penyerapan hasil panen petani termasuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). 

Infrastruktur yang dibangun akan dilengkapi fasilitas modern, seperti pengering (dryer), unit penggilingan (rice milling unit/RMU), silo, dan teknologi penyimpanan terbaru menyesuaikan kebutuhan setempat. 

Program ini didanai melalui dana Penyertaan Modal Negara (PMN) tahun 2026. 

Pihaknya yakin kehadiran infrastruktur ini akan memperkuat rantai pasok logistik pangan, mengefisienkan biaya distribusi, serta menjaga stabilitas harga di tingkat petani maupun konsumen. Hal ini penting mengingat Indonesia telah mencapai swasembada beras, namun tetap membutuhkan sistem penyimpanan dan distribusi yang unggul untuk menjaga ketersediaan sepanjang tahun.

Editorial Team