Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG-20260212-WA0071.jpg
Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto memegang bungkus MinyaKita. (IDN Times/Dok Humas Bulog Jateng)

Semarang, IDN Times - Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto bersama rombongan Perum Bulog menyambangi Pasar Legi Solo untuk memantau pergerakan harga bahan pokok jelang bulan puasa. 

Kunjungan ke Pasar Legi diakuinya jadi tugas khusus karena sekaligus melihat dari dekat penjualan dan harga-harga bahan pokok. 

"Saya ditugaskan memimpin rombongan di Solo, khususnya di Pasar Legi yang merupakan pusat grosir dan pusat sembako di wilayah ini," ujar Titiek dalam keterangan yang diterima IDN Times, Kamis (12/2/2026). 

Ia menyampaikan bahwa kunjungan ke Pasar Legi merupakan bagian dari rangkaian pengecekan langsung yang dilakukan Komisi IV di beberapa daerah di Indonesia.

Sebagai salah satu pusat perdagangan bahan pokok terbesar Solo Raya, Pasar Legi menjadi lokasi strategis untuk melihat kondisi riil harga dan pasokan. 

Kegiatan ini merupakan langkah antisipatif pemerintah bersama DPR RI dalam rangka memastikan stabilitas pangan jelang puasa dan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

"Kami dari Komisi IV melakukan kunjungan kerja spesifik ke tiga daerah untuk memantau pasar-pasar dan mengecek harga kebutuhan pokok sebelum memasuki bulan Ramadan," akunya. 

Dari hasil pantauan di lapangan, secara umum harga komoditas utama seperti beras, minyak goreng, dan sebagian besar bahan pangan lainnya masih berada pada kisaran harga stabil. 

Komoditas daging sapi, daging ayam, bawang putih, dan bawang merah juga dipastikan masih berada pada harga normal dan pasokannya terjaga. 

Namun, terdapat peningkatan harga cukup signifikan pada komoditas cabai rawit merah, dari kisaran Rp45.000 menjadi Rp80.000 per kilogram. Kenaikan dipicu curah hujan tinggi yang memengaruhi produksi dan kualitas hasil panen.

Pihaknya mengapresiasi langkah Perum Bulog untuk menjaga stabilitas pangan nasional, terutama melalui keberlanjutan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk beras, serta penyediaan minyak goreng dan komoditas lain yang disalurkan ke berbagai wilayah. 

Peran Bulog dianggap penting untuk meredam gejolak harga yang dapat terjadi akibat peningkatan permintaan musiman menjelang Ramadan.

Dirut Bulog: Beras SPHP sudah didistribusikan ke Pasar rakyat

Wakil Direktur Utama Perum Bulog, Mayjen TNI (Purn) Marga Taufiq, menegaskan terus memperkuat langkah strategis untuk memastikan kebutuhan dapat terpenuhi.

“Bulog memastikan stok beras dalam kondisi aman, cukup, dan terus tersedia bagi masyarakat. Program SPHP kami gelontorkan secara masif di pasar-pasar rakyat, termasuk di Solo Raya. Kami juga koordinasi intensif dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan lain untuk menjaga stabilitas harga, sehingga daya beli masyarakat tetap terlindungi," jelasnya yang didampingi Pemimpin Wilayah Bulog Jawa Tengah, Sri Muniati. 

Selain memastikan ketersediaan stok, Bulog juga memperkuat monitoring dengan dinas terkait serta menyiapkan berbagai langkah intervensi apabila diperlukan. 

Upaya ini meliputi percepatan distribusi beras SPHP, pengawasan rantai pasok, serta kesiapan penyaluran bantuan pangan pemerintah apabila terjadi lonjakan kebutuhan atau gangguan pasokan akibat faktor cuaca maupun distribusi.

Editorial Team