Banyumas, IDN Times - Ketergantungan pada kekayaan alam sebagai penopang ekonomi perlahan mulai dipertanyakan. Di tengah ancaman perubahan iklim, krisis ekologi, dan ketidakpastian global, sekelompok ibu di Banyumas justru memilih bergerak dari ruang terdekat: pekarangan rumah.
Penggagas gerakan Njogo Lingkungan sekaligus Ketua RT di Desa Tunjung, Utoyo menjelaskan, gerakan ini bertepatan dengan momentum menyambut Ramadan 2026.
"Njogo Lingkungan adalah upaya kecil di tingkat perumahan untuk menjaga kelestarian alam sekitar sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga. Gerakan ini lahir saat melihat aktivitas ibu-ibu PKK RT 07 RW 01 Desa Tunjung, Kecamatan Jatilawang," ujar Utoyo kepada IDN Times, Minggu (8/2/2026).
Mayoritas anggota gerakan ini adalah perempuan yang selama ini berperan di sektor domestik. Namun kini, mereka mengambil posisi strategis sebagai penggerak ekonomi kreatif dan pelestarian lingkungan melalui Kebun Demplot. Dari menanam cabai hingga mengelola kebun PKK, mereka mempraktikkan kemandirian pangan berbasis komunitas.
