Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Cara Membersihkan Talenan Kayu dari Bau Terasi dan Jamur Pakai Garam
ilustrasi talenan (unsplash.com/Sergey Kotenev)
  • Garam dan cuka putih digunakan sebagai bahan alami untuk menghilangkan bau terasi serta membasmi jamur pada talenan kayu tanpa merusak permukaannya.
  • Proses pembersihan meliputi penaburan garam, penyemprotan cuka, penggosokan, perendaman singkat, pembilasan air hangat, lalu pengeringan sempurna agar higienis.
  • Perawatan lanjutan mencakup tidak merendam talenan, menjemurnya di tempat kering berventilasi baik, serta rutin mengoleskan minyak agar kayu tetap awet dan bebas bau.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Aktivitas memasak sering kali meninggalkan noda dan aroma tajam pada peralatan dapur. Membersihkan talenan kayu dengan taburan garam dapur dan cuka menjadi trik ampuh menghilangkan bau amis seperti terasi sekaligus membasmi jamur.

Garam berfungsi sebagai scrub atau abrasif alami (generator gesekan) untuk mengangkat noda, sisa makanan, dan spora jamur di dalam serat atau pori-pori kayu tanpa merusak permukaannya. Sementara itu, cuka putih mengandung asam asetat tinggi yang bertindak sebagai disinfektan alami untuk membunuh bakteri, mematikan jamur, dan menetralkan bau tidak sedap secara instan.

Berikut adalah langkah-langkah praktis membersihkan talenan kayu agar kembali bersih dan higienis.

1. Taburkan Garam

ilustrasi garam kosher untuk memasak steak (magnific.com/jcomp)

Cuci bersih atau keringkan talenan terlebih dahulu. Setelah itu, taburkan garam dapur kasar (seperti garam krosok) secara merata ke seluruh permukaan talenan kayu yang berjamur atau berbau.

2. Gosok Permukaan

Ilustrasi talenan kayu (Freepik.com/ lifeforstock)

Semprot atau percikkan cuka putih murni di atas taburan garam tersebut hingga muncul reaksi desis ringan atau sedikit busa yang mengangkat sisa kotoran dari pori-pori kayu. Gosok permukaan talenan secara menyeluruh dengan gerakan melingkar sambil ditekan kuat menggunakan spons bersih, sikat gigi bekas, atau potongan buah lemon yang dicelupkan ke garam untuk noda membandel.

3. Diamkan Larutan

ilustrasi talenan kayu (freepik.com/kamran

Biarkan cairan garam dan cuka bekerja serta meresap selama kurang lebih 5 hingga 15 menit. Proses ini memastikan seluruh bakteri mati dan bau terasi netral dengan sempurna.

4. Bilas dengan Air

ilustrasi air mengalir (Pexels.com/Steve Johnson)

Bilas talenan menggunakan air hangat atau air mengalir hingga benar-benar bersih dan bau cuka menghilang.

5. Keringkan dengan Sempurna

ilustrasi talenan kayu (freepik.com/lifeforstock)

Langkah ini menjadi bagian terpenting untuk mencegah jamur datang kembali. Segera lap talenan menggunakan kain bersih, kain kering, atau tisu dapur. Selanjutnya, angin-anginkan di tempat kering yang memiliki sirkulasi udara baik dalam posisi berdiri hingga benar-benar kering sebelum disimpan.

Aturan Penting Merawat Talenan Kayu

ilustrasi talenan (pexels.com/RDNE Stock project)

Agar talenan kayu awet dan tetap higienis, perhatikan beberapa aturan perawatan berikut:

  • Jangan Direndam: Hindari merendam talenan kayu di dalam bak cuci piring. Air yang meresap akan membuat kayu cepat lapuk, melengkung, serta memicu jamur baru tumbuh lebih cepat.

  • Jemur di Tempat Kering: Selalu keringkan talenan dengan cara diangin-anginkan dalam posisi berdiri. Hindari menjemurnya langsung di bawah terik matahari ekstrem agar kayu tidak pecah.

  • Oleskan Minyak (Seasoning): Setiap sebulan sekali, oleskan sedikit minyak kelapa atau mineral oil food-grade agar permukaan kayu tetap lembap dan tidak mudah menyerap air atau bau makanan di kemudian hari.

Merawat peralatan dapur dengan bahan alami tidak hanya aman bagi kesehatan, tetapi juga menjaga kualitas peralatan tetap prima. Segera praktikkan panduan pembersihan ini di rumah agar talenan kayu terbebas dari kuman dan bau mengganggu.

Editorial Team