- Biaya Tetap (Fixed Cost)
- Pengeluaran bulanan yang nilainya selalu sama dan wajib dibayar, tidak peduli berapa pun jumlah barang yang berhasil kamu jual. Contohnya mencakup sewa tempat, gaji karyawan tetap, biaya internet, serta penyusutan alat.
- Biaya Variabel (Variable Cost)
- Pengeluaran yang nilainya berubah-ubah mengikuti naik-turunnya jumlah produksi atau penjualan. Contohnya adalah bahan baku, kemasan (packaging), komisi sales, dan ongkos kirim.
- Harga Jual per Unit (Price per Unit)
- Nominal harga resmi yang dibayarkan oleh konsumen untuk mendapatkan satu buah produkmu.
Cara Mudah Menghitung Break Even Point Buat Pengusaha Pemula

Break Even Point (BEP) adalah kondisi saat pendapatan setara total pengeluaran, sehingga pengusaha pemula dapat menentukan batas minimum penjualan agar tidak merugi.
Penghitungan BEP memerlukan tiga komponen: biaya tetap seperti sewa dan gaji, biaya variabel seperti bahan baku, serta harga jual per unit.
BEP unit dihitung dari biaya tetap dibagi selisih harga jual dan biaya variabel; BEP rupiah menunjukkan target omzet minimum untuk menutup modal.
Pernah merasa senang karena dagangan laku keras setiap hari, tetapi saat rekap keuangan akhir bulan uang modal malah tergerus tanpa sisa? Keresahan ini kerap dirasakan sama kamu yang baru saja melangkah membangun bisnis sendiri. Banyak pengusaha pemula terkecoh oleh ramainya penjualan tanpa tahu pasti berapa batas aman bisnis mereka untuk beroperasi.
Di sinilah pentingnya memahami Break Even Point (BEP) atau titik impas. Kondisi BEP terjadi saat total pendapatan bisnis sama persis dengan total pengeluaran modal, alias berada di titik tidak untung dan tidak rugi. Yuk, pahami langkah mudah menghitung BEP bisnis kamu agar tidak berujung boncos!
1. Pahami 3 Komponen Utama Pengeluaran Bisnis

ilustrasi wirausaha muda berdiskusi mengenai ide dan strategi pengembangan bisnis (unsplash.com/UX Indonesia) Sebelum mulai masuk ke rumus hitungan, kamu wajib menyiapkan tiga angka dasar dari catatan keuangan bisnismu:
2. Hitung BEP Unit untuk Tahu Target Jumlah Barang

ilustrasi wirausaha (unsplash.com/bench accounting) Perhitungan BEP unit bertujuan mencari tahu berapa jumlah fisik produk yang wajib kamu jual dalam sebulan hanya untuk menutup modal awal.
Rumusnya adalah Biaya Tetap dibagi dengan Selisih Harga Jual per Unit dan Biaya Variabel per Unit.
Sebagai gambaran, bayangkan kamu berjualan kaos dengan biaya tetap Rp5.000.000 per bulan, harga jual Rp100.000 per kaos, dan biaya variabel (bahan + sablon + plastik) Rp50.000 per kaos.
Hitungannya: Rp5.000.000 / (Rp100.000 - Rp50.000) = 100 Unit. Ini artinya, kamu wajib menjual minimal 100 kaos dalam sebulan agar balik modal. Penjualan kaos ke-101 dan seterusnya barulah menjadi keuntungan bersih riil milikmu.
3. Hitung BEP Rupiah untuk Tahu Target Omzet Minimum

ilustrasi seorang wirausaha (freepik.com/Lifestylememory) Selain jumlah unit barang, kamu juga bisa melihat titik impas berdasarkan target omzet penjualan minimal dalam bentuk uang.
Rumusnya adalah Biaya Tetap dibagi dengan (1 - (Biaya Variabel per Unit / Harga Jual per Unit)).
Menggunakan simulasi bisnis kaos yang sama, kalkulasinya menjadi: Rp5.000.000 / (1 - (Rp50.000 / Rp100.000)) = Rp5.000.000 / 0,5 = Rp10.000.000.
Hasil ini menandakan bahwa bisnismu harus menyentuh omzet minimal Rp10.000.000 dalam sebulan. Angka ini menjadi benteng pertahanan paling dasar agar keuangan bisnismu tidak mengalami kerugian.
Simulasi Perhitungan Titik Impas (BEP) Bisnis Kaos
Indikator Finansial
Nilai Komponen
Target Titik Impas (BEP)
Biaya Tetap (Fixed Cost)
Rp5.000.000 / bulan
-
Biaya Variabel per Unit
Rp50.000 / kaos
-
Harga Jual per Unit
Rp100.000 / kaos
-
BEP Unit (Jumlah Barang)
-
100 Kaos (Batas balik modal)
BEP Rupiah (Total Omzet)
-
Rp10.000.000 (Batas aman omzet)
Menguasai perhitungan Break Even Point (BEP) memberi panduan yang jelas dalam menetapkan target jualan harian maupun bulanan. Dengan fondasi finansial yang terukur, kamu bisa mengelola bisnis dengan lebih tenang dan fokus mengejar profitabilitas jangka panjang.
Bagaimana dengan bisnismu saat ini, apakah kamu sudah menghitung berapa batas BEP unit bulanan yang harus kamu capai? Tulis pengalamaimu di kolom komentar dan bagikan artikel ini ke sesama pejuang bisnis, ya!























