Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cara Mudah Menghitung Break Even Point Buat Pengusaha Pemula
ilustrasi wirausaha (pexels.com/Teona Swift)
  • Break Even Point (BEP) adalah kondisi saat pendapatan setara total pengeluaran, sehingga pengusaha pemula dapat menentukan batas minimum penjualan agar tidak merugi.

  • Penghitungan BEP memerlukan tiga komponen: biaya tetap seperti sewa dan gaji, biaya variabel seperti bahan baku, serta harga jual per unit.

  • BEP unit dihitung dari biaya tetap dibagi selisih harga jual dan biaya variabel; BEP rupiah menunjukkan target omzet minimum untuk menutup modal.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Break Even Point (BEP) atau titik impas merupakan kondisi ketika total pendapatan bisnis sama dengan total pengeluaran, sehingga usaha tidak memperoleh keuntungan maupun mengalami kerugian.
  • Who?
    Pengusaha pemula, termasuk pelaku usaha yang menjual produk dan perlu menetapkan target penjualan minimum untuk menutup modal serta biaya operasional.
  • Where?
    Perhitungan diterapkan dalam pencatatan keuangan usaha, termasuk bisnis penjualan kaos pada simulasi biaya tetap, biaya variabel, harga jual, jumlah unit, dan omzet bulanan.
  • When?
    Penghitungan dilakukan sebelum menetapkan target penjualan dan dapat dievaluasi setiap bulan berdasarkan biaya tetap, biaya variabel, harga jual, serta hasil penjualan usaha.
  • Why?
    BEP digunakan untuk mengetahui batas minimum penjualan agar modal dan pengeluaran tertutup, sehingga pelaku usaha dapat mengetahui target unit maupun omzet yang perlu dicapai.
  • How?
    BEP unit dihitung dengan biaya tetap dibagi selisih harga jual dan biaya variabel per unit. BEP rupiah dihitung dengan biaya tetap dibagi 1 dikurangi biaya variabel per unit dibagi harga jual.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Titik impas itu saat uang dari jualan sama dengan uang yang dipakai. Pengusaha perlu tahu biaya tetap, seperti sewa, dan biaya yang berubah, seperti bahan. Kalau jual kaos, biaya tetap Rp5 juta dan untung tiap kaos Rp50 ribu, harus jual 100 kaos supaya modal kembali. Setelah itu baru dapat untung.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pemahaman Break Even Point memberi pengusaha pemula cara yang terukur untuk membaca kondisi usahanya di balik ramainya penjualan. Dengan memisahkan biaya tetap, biaya variabel, dan harga jual, target unit maupun omzet minimum dapat terlihat lebih jelas. Kejelasan ini membantu pelaku usaha membangun pengelolaan keuangan yang lebih tenang dan berfokus pada profitabilitas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernah merasa senang karena dagangan laku keras setiap hari, tetapi saat rekap keuangan akhir bulan uang modal malah tergerus tanpa sisa? Keresahan ini kerap dirasakan sama kamu yang baru saja melangkah membangun bisnis sendiri. Banyak pengusaha pemula terkecoh oleh ramainya penjualan tanpa tahu pasti berapa batas aman bisnis mereka untuk beroperasi.

Di sinilah pentingnya memahami Break Even Point (BEP) atau titik impas. Kondisi BEP terjadi saat total pendapatan bisnis sama persis dengan total pengeluaran modal, alias berada di titik tidak untung dan tidak rugi. Yuk, pahami langkah mudah menghitung BEP bisnis kamu agar tidak berujung boncos!

1. Pahami 3 Komponen Utama Pengeluaran Bisnis

ilustrasi wirausaha muda berdiskusi mengenai ide dan strategi pengembangan bisnis (unsplash.com/UX Indonesia)

Sebelum mulai masuk ke rumus hitungan, kamu wajib menyiapkan tiga angka dasar dari catatan keuangan bisnismu:

  • Biaya Tetap (Fixed Cost)

    • Pengeluaran bulanan yang nilainya selalu sama dan wajib dibayar, tidak peduli berapa pun jumlah barang yang berhasil kamu jual. Contohnya mencakup sewa tempat, gaji karyawan tetap, biaya internet, serta penyusutan alat.

  • Biaya Variabel (Variable Cost)

    • Pengeluaran yang nilainya berubah-ubah mengikuti naik-turunnya jumlah produksi atau penjualan. Contohnya adalah bahan baku, kemasan (packaging), komisi sales, dan ongkos kirim.

  • Harga Jual per Unit (Price per Unit)

    • Nominal harga resmi yang dibayarkan oleh konsumen untuk mendapatkan satu buah produkmu.

2. Hitung BEP Unit untuk Tahu Target Jumlah Barang

ilustrasi wirausaha (unsplash.com/bench accounting)

Perhitungan BEP unit bertujuan mencari tahu berapa jumlah fisik produk yang wajib kamu jual dalam sebulan hanya untuk menutup modal awal.

Rumusnya adalah Biaya Tetap dibagi dengan Selisih Harga Jual per Unit dan Biaya Variabel per Unit.

Sebagai gambaran, bayangkan kamu berjualan kaos dengan biaya tetap Rp5.000.000 per bulan, harga jual Rp100.000 per kaos, dan biaya variabel (bahan + sablon + plastik) Rp50.000 per kaos.

Hitungannya: Rp5.000.000 / (Rp100.000 - Rp50.000) = 100 Unit. Ini artinya, kamu wajib menjual minimal 100 kaos dalam sebulan agar balik modal. Penjualan kaos ke-101 dan seterusnya barulah menjadi keuntungan bersih riil milikmu.

3. Hitung BEP Rupiah untuk Tahu Target Omzet Minimum

ilustrasi seorang wirausaha (freepik.com/Lifestylememory)

Selain jumlah unit barang, kamu juga bisa melihat titik impas berdasarkan target omzet penjualan minimal dalam bentuk uang.

Rumusnya adalah Biaya Tetap dibagi dengan (1 - (Biaya Variabel per Unit / Harga Jual per Unit)).

Menggunakan simulasi bisnis kaos yang sama, kalkulasinya menjadi: Rp5.000.000 / (1 - (Rp50.000 / Rp100.000)) = Rp5.000.000 / 0,5 = Rp10.000.000.

Hasil ini menandakan bahwa bisnismu harus menyentuh omzet minimal Rp10.000.000 dalam sebulan. Angka ini menjadi benteng pertahanan paling dasar agar keuangan bisnismu tidak mengalami kerugian.

Simulasi Perhitungan Titik Impas (BEP) Bisnis Kaos

Indikator Finansial

Nilai Komponen

Target Titik Impas (BEP)

Biaya Tetap (Fixed Cost)

Rp5.000.000 / bulan

-

Biaya Variabel per Unit

Rp50.000 / kaos

-

Harga Jual per Unit

Rp100.000 / kaos

-

BEP Unit (Jumlah Barang)

-

100 Kaos (Batas balik modal)

BEP Rupiah (Total Omzet)

-

Rp10.000.000 (Batas aman omzet)

Menguasai perhitungan Break Even Point (BEP) memberi panduan yang jelas dalam menetapkan target jualan harian maupun bulanan. Dengan fondasi finansial yang terukur, kamu bisa mengelola bisnis dengan lebih tenang dan fokus mengejar profitabilitas jangka panjang.

Bagaimana dengan bisnismu saat ini, apakah kamu sudah menghitung berapa batas BEP unit bulanan yang harus kamu capai? Tulis pengalamaimu di kolom komentar dan bagikan artikel ini ke sesama pejuang bisnis, ya!

Curated For You

Editorial Team

Related Article