ilustrasi seorang wirausaha (freepik.com/Lifestylememory)
Selain jumlah unit barang, kamu juga bisa melihat titik impas berdasarkan target omzet penjualan minimal dalam bentuk uang.
Rumusnya adalah Biaya Tetap dibagi dengan (1 - (Biaya Variabel per Unit / Harga Jual per Unit)).
Menggunakan simulasi bisnis kaos yang sama, kalkulasinya menjadi: Rp5.000.000 / (1 - (Rp50.000 / Rp100.000)) = Rp5.000.000 / 0,5 = Rp10.000.000.
Hasil ini menandakan bahwa bisnismu harus menyentuh omzet minimal Rp10.000.000 dalam sebulan. Angka ini menjadi benteng pertahanan paling dasar agar keuangan bisnismu tidak mengalami kerugian.
Simulasi Perhitungan Titik Impas (BEP) Bisnis Kaos
Indikator Finansial | Nilai Komponen | Target Titik Impas (BEP) |
Biaya Tetap (Fixed Cost) | Rp5.000.000 / bulan | - |
Biaya Variabel per Unit | Rp50.000 / kaos | - |
Harga Jual per Unit | Rp100.000 / kaos | - |
BEP Unit (Jumlah Barang) | - | 100 Kaos (Batas balik modal) |
BEP Rupiah (Total Omzet) | - | Rp10.000.000 (Batas aman omzet) |
Menguasai perhitungan Break Even Point (BEP) memberi panduan yang jelas dalam menetapkan target jualan harian maupun bulanan. Dengan fondasi finansial yang terukur, kamu bisa mengelola bisnis dengan lebih tenang dan fokus mengejar profitabilitas jangka panjang.
Bagaimana dengan bisnismu saat ini, apakah kamu sudah menghitung berapa batas BEP unit bulanan yang harus kamu capai? Tulis pengalamaimu di kolom komentar dan bagikan artikel ini ke sesama pejuang bisnis, ya!