Semarang, IDN Times - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jawa Tengah menyoroti temuan alih fungsi lahan yang mempengaruhi data-data pendukung untuk program ketahanan pangan yang ada saat ini.
Kepala BPK Perwakilan Jawa Tengah, Ahmad Luthfi H Rahmatullah mengungkapkan masalah alih fungsi lahan dinilai masih memerlukan pembenahan serius.
Menurut Ahmad Luthfi, ketepatan dan keakuratan data sangat berpengaruh terhadap pengambilan kebijakan dan penentuan program lanjutan, dalam rangka memperkuat ketahanan pangan di Jawa Tengah.
"Secara umum, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sudah melakukan banyak hal yang mendukung ketahanan pangan. Namun tanpa mengurangi capaian yang ada, dari hasil pemeriksaan kami masih ditemukan beberapa hal yang perlu diperbaiki,” ujarnya dalam keterangan yang diterima IDN Times, Kamis (22/1/2026).
