Semarang, IDN Times – Fenomena tanah bergerak (land subsidence) dan longsor menghantui wilayah Kota Semarang, Jawa Tengah, pada awal tahun 2026. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang mencatat sudah terjadi 55 kejadian bencana, didominasi oleh tanah longsor dan amblas, sejak 1 Januari hingga 5 Februari 2026.
Kondisi terparah baru-baru ini dilaporkan terjadi di Kampung Sekip, Kelurahan Jangli Gabeng, Kecamatan Tembalang. Pergerakan tanah yang masif menyebabkan 10 rumah warga terdampak, di mana lima unit di antaranya rusak berat hingga dinyatakan tidak layak huni.
