Makanan ready to eat atau siap saji dan pasta produksi PT HATI yang dikonsumsi oleh jemaah haji Indonesia di Arab Saudi. (IDN Times/Larasati Rey)
Hasilnya, pada tahun 2023 PT HATI berhasil mengembangkan teknologi sterilisasi makanan menggunakan suhu 121 derajat Celsius dengan tekanan tinggi. Makanan dikemas secara vakum sehingga mikroba patogen mati dan produk mampu bertahan hingga 18 bulan.
“Kenapa bisa awet? Karena makanan dikemas higienis secara vakum lalu dipanaskan dengan suhu tinggi. Jadi mikroba mati hampir 100 persen dan dari luar juga tidak bisa masuk lagi,” jelas Direktur Utama PT HATI, Ir. Sugiri dikesempatan yang sama.
Berbeda dengan makanan instan biasa, produk Ready to Eat buatan PT HATI diklaim tidak menggunakan bahan pengawet. Produk tersebut meliputi rendang ayam, opor ayam, semur ayam, gulai kambing hingga bubur siap santap.
Bahkan makanan tersebut dapat langsung dimakan tanpa microwave maupun pemanasan ulang.
“Ini bukan seperti mi instan atau makanan kaleng biasa. Kami menciptakan makanan full meal, nasi dan lauk lengkap, yang bisa langsung dimakan tanpa dipanaskan,” katanya.
Lebih lanjut, Puspo Wardoyo menambahkan selain makanan siap saji, PT HATI juga memasok pasta atau bumbu dasar Indonesia untuk dapur katering jamaah di Arab Saudi. Tahun ini, perusahaan mengirim sekitar 300 ton pasta bumbu khas Indonesia.
Menurut Puspo, keberadaan pasta tersebut sangat penting karena sebagian besar juru masak di Arab Saudi berasal dari India sehingga rasa makanan jamaah Indonesia sering berubah.
“Kalau yang masak orang sana, nanti gulai rasa India, rendang rasa India. Makanya dapur-dapur di sana wajib menggunakan pasta Indonesia supaya rasa tetap khas Indonesia,” ujarnya.
Seluruh rempah dan bahan baku disebut berasal dari petani lokal Indonesia. Ia juga menegaskan teknologi sterilisasi tanpa pengawet lebih aman bagi kesehatan jamaah, terutama lansia.
“Dulu pasta yang dikirim pakai pengawet karena perjalanan kapal sampai 40 hari. Orang tua banyak batuk pilek, gangguan pencernaan. Sekarang dengan teknologi sterilisasi tidak perlu pengawet lagi,” katanya.