Semarang, IDN Times - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor di Jawa Tengah mengalami peningkatan sebesar 10,49 persen pada tahun 2025. Adapun, nilai ekspor secara tahunan tersebut mencapai 12.623,21 juta Dolar AS.
Ekspor Jateng Tumbuh 10,49 Persen di 2025, 5 Ini Komoditas Turut Andil

Intinya sih...
Ekspor Jawa Tengah tumbuh 10,49 persen di tahun 2025.
Nilai ekspor mencapai 12.623,21 juta Dolar AS secara tahunan.
Komoditas ekspor yang turut andil antara lain tekstil, produk tekstil, dan sepatu.
1. Komoditas mesin dan perlengkapan elektrik sumbang peningkatan ekspor
Statistisi Ahli Madya sekaligus Ketua Tim Harga dan Distribusi BPS Jateng, Wisnu Nurdiyanto mengatakan, peningkatan ekspor tahun 2025 itu masih disumbang oleh sektor industri pengolahan yang naik 13,33 persen.
‘’Lalu, kalau dilihat dari negara tujuan, ekspor nonmigas dari Jateng yang paling besar menuju ke Amerika Serikat dengan nilai 5,9 miliar Dolar AS,’’ ujarnya, Selasa (3/2/2026).
Terdapat lima dari enam komoditas unggulan di Jateng yang turut andil dalam peningkatan ekspor tahun 2025 dibandingkan 2024. Komoditas itu antara lain pakaian dan aksesorisnya rajutan (3,61 persen), alas kaki (14,82 persen), kayu dan barang dari kayu (6,98 persen), mesin atau perlengkapan elektrik (57,22 persen), dan barang dari kulit samak kode (7,19 persen).
2. Nilai ekspor ke Amerika Serikat naik 28,97 persen
Sedangkan, komoditas yang mengalami penurunan nilai ekspor adalah pakaian dan aksesoris bukan rajutan (9,80 persen).
Selanjutnya, Amerika Serikat, Jepang, dan Cina menjadi tiga besar negara tujuan ekspor nonmigas Jateng. Ketiga negara tersebut memberikan porsi 60,26 persen dari total ekspor nonmigas sepanjang 2025.
‘’Nilai ekspor ke Amerika Serikat pada 2025 mengalami kenaikan sebesar 28,97 persen (c-to-c), Jepang naik 8 persen (c-to-c), sedangkan ekspor ke China dilaporkan mengalami penurunan 11,89 persen (c-to-c),’’ kata Wisnu.
3. Ekspor Jateng ditopang industri pengolahan
Dilihat dari sektor industrinya, pertumbuhan nilai ekspor nonmigas Jateng ditopang oleh sektor industri pengolahan yang naik 13,33 persen dibanding Januari-Desember 2024, begitu pula dengan ekspor produk pertambangan dan lainnya yang mengalami peningkatan 178,99 persen (c-to-c). Sedangkan, ekspor produk pertanian, kehutanan, dan perikanan turun sebesar 13,15 persen.
"Secara kumulatif, nilai neraca perdagangan total Jateng pada Januari-Desember 2025 mengalami defisit sebesar 1.975,88 juta Dolar AS yang disebabkan oleh defisit pada sektor migas sebesar 5.380,48 juta Dolar AS, sedangkan untuk sektor nonmigas mengalami surplus sebesar 3.404,60 juta Dolar AS," tandas Wisnu.