Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
dd396ff3-bd1a-48ad-b7c9-d9d9b002b395.jpeg
Festival Pasar 2026 di Pasar Mebel Surakarta. (Dok/Humas Pemkot Solo)

Intinya sih...

  • Momentum Hari Jadi Kota Solo dan Tingginya Kebutuhan MebelAstrid menyampaikan bahwa Festival Pasar 2026 menjadi momentum strategis untuk mempromosikan Pasar Mebel Mojo sebagai pusat komoditas mebel lokal yang memiliki nilai seni dan daya saing tinggi.

  • Pasar Rakyat Dikemas Kreatif dan Bernilai WisataPasar rakyat perlu terus dihidupkan dengan pendekatan kreatif agar tetap relevan dan diminati masyarakat. Perpaduan antara pasar tradisional, UMKM, serta seni dan budaya diharapkan mampu menciptakan pengalaman berbelanja yang tidak hanya ekonomis, tetapi juga rekreatif dan edukatif.

  • Dorong Pasar Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif dan Pariwisata

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Surakarta, IDN Times – Pemerintah Kota Surakarta menggelar Festival Pasar 2026 di Pasar Mebel Surakarta, Jalan Mojo, Jebres, pada 5–8 Februari 2026. Festival ini menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi ke-281 Kota Solo, sekaligus upaya memperkuat Pasar Mebel Mojo sebagai ikon ekonomi kreatif yang memadukan pasar tradisional, UMKM, serta seni budaya dalam satu ruang.

Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani membuka langsung festival tersebut dan meninjau kios-kios mebel serta stan UMKM. Ia juga berdialog dengan para pedagang dan menyapa pengunjung yang hadir di Pasar Mebel.

1. Momentum Hari Jadi Kota Solo dan Tingginya Kebutuhan Mebel

Wakil Walikota Solo Astrid Widayani mengunjungi Festival Pasar 2026 di Pasar Mebel Surakarta. (Dok/Humas Pemkot Solo)

Dalam sambutannya, Astrid menyampaikan bahwa Festival Pasar 2026 menjadi momentum strategis untuk mempromosikan Pasar Mebel Mojo sebagai pusat komoditas mebel lokal yang memiliki nilai seni dan daya saing tinggi. Penyelenggaraan festival yang berdekatan dengan perayaan Imlek dan Ramadan dinilai tepat karena kebutuhan mebel dan perlengkapan rumah tangga biasanya meningkat.

“Festival Pasar 2026 ini menjadi bagian dari perayaan Hari Jadi Kota Solo. Pasar Mebel merupakan salah satu ikon ekonomi kreatif Solo. Menjelang Imlek dan Ramadan, kebutuhan mebel biasanya meningkat. Melalui festival ini, kami ingin menarik minat masyarakat sekaligus wisatawan untuk datang dan berbelanja langsung ke Pasar Mebel,” ujar Astrid, Kamis (5/2/2026).

2. Pasar Rakyat Dikemas Kreatif dan Bernilai Wisata

ilustrasi toko mebel (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Astrid menegaskan, pasar rakyat perlu terus dihidupkan dengan pendekatan kreatif agar tetap relevan dan diminati masyarakat. Perpaduan antara pasar tradisional, UMKM, serta seni dan budaya diharapkan mampu menciptakan pengalaman berbelanja yang tidak hanya ekonomis, tetapi juga rekreatif dan edukatif.

Festival Pasar 2026 menghadirkan pameran produk mebel khas Solo, komoditas pasar tradisional, aneka produk UMKM, serta pertunjukan seni dan hiburan rakyat. Rangkaian kegiatan ini dirancang untuk memperkuat peran pasar sebagai pusat transaksi ekonomi sekaligus ruang interaksi sosial dan pelestarian budaya.

3. Dorong Pasar Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif dan Pariwisata

Wakil Walikota Solo Astrid Widayani mengunjungi Festival Pasar 2026 di Pasar Mebel Surakarta. (Dok/Humas Pemkot Solo)

Kepala Dinas Perdagangan Kota Surakarta Arif Handoko mengatakan, Festival Pasar 2026 merupakan wujud komitmen Pemkot Surakarta dalam mengembangkan pasar rakyat agar adaptif dan berdaya saing.

“Melalui Festival Pasar 2026, pasar tidak hanya menjadi tempat jual beli, tetapi juga ruang promosi UMKM, ekspresi seni, dan destinasi wisata belanja,” katanya.

Keberadaan Festival Pasar 2026 di Pasar Mebel Mojo diharapkan dapat memperkuat wisata belanja Kota Solo, khususnya untuk komoditas mebel. Solo sendiri memiliki dua sentra mebel utama, yakni Pasar Mebel Mojo dan IKM Sri Kayu Gilingan, yang saling melengkapi dalam mendukung wisata belanja berbasis ekonomi kreatif.

Melalui festival ini, Pemkot Surakarta berharap sentra mebel Solo semakin dikenal luas sebagai tujuan belanja yang memadukan kekuatan pasar tradisional, UMKM, dan seni budaya, sekaligus menggerakkan perekonomian dan pariwisata Kota Solo.

Editorial Team