Semarang, IDN Times - Sejumlah bahan pokok mulai dijual Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang ada di pusat Kota Semarang. Di lokasi Kopdes Pendrikan Lor Semarang misalnya, terdapat beras, minyak goreng, gula pasir, elpiji tiga kilogram hingga aneka makanan yang dijual bebas bagi warga sekitar.
Saat disambangi IDN Times, Selasa (27/1/2026), segelintir warga tampak membeli beberapa kilo beras dan minyak goreng.
Bangunan Kopdes Pendrikan Lor yang letaknya di pinggir rel kereta api terlihat mencolok ketimbang lainnya.
Karena selain memasang papan nama besar, bangunan Kopdes Pendrikan Lor juga dicat dominan warga kuning gading.
"Karena dekat sama rumah, jadinya saya beli minyak goreng mereknya Minyakita, sama beras di koperasi merah putih di sini. Harganya gak beda jauh sama warung-warung lainnya," kata Djunaedi, seorang warga setempat.
Hana Ponimah, seorang anggota Kopdes Pendrikan Lor mengakui penjualan aneka bahan pokok mulai dilakukan sejak koperasinya beroperasi per 9 Januari 2026 kemarin.
Harga bahan pokok yang dijual di dalam Kopdes Pendrikan Lor, diakuinya hampir sama dengan produk yang ada di warung terdekat.
"Harganya sama dengan warung. Kita hanya lebih murah Rp500. Kalau diturunkan terus harganya kasihan warung sekitarnya," kata Hana yang didampuk jadi kasir kopdes tersebut.
Hana juga berkata di dalam kopdes sudah tersedia sejumlah produk.
Untuk elpiji tiga kilogram atau gas melon dijual seharga Rp18 ribu, beras merek Be Food untuk ukuran 2,5 kilogram dibanderol seharga Rp39 ribu, seliter MinyaKita dijual Rp18 ribu per liter, minyak goreng SunCo dijual 40 ribu per 2 liter. Lalu Kopdes Pendrikan Lor juga menjual Indomie, Sarimi seharga Rp3.000-Rp3.500 per bungkus, sisanya ada gula merek Raja Gula dan sejumlah cemilan.
