Demak, IDN Times – Gerakan "Gentingisasi" yang digagas Presiden Prabowo Subianto mulai bergulir ke daerah. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Demak kini bersiap mengevaluasi total penggunaan atap seng dalam program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) untuk beralih ke material genteng yang dinilai lebih manusiawi.
Gentingisasi ala Prabowo, Demak Hapus Atap Seng di Program RTLH

Intinya sih...
Pemerintah Kabupaten Demak menghapus atap seng dalam program RTLH
Langkah ini merupakan respons cepat terhadap arahan Presiden Prabowo untuk meningkatkan standar kelayakan hunian rakyat
Pemkab Demak menaikkan alokasi anggaran RTLH dari Rp15 juta menjadi Rp20 juta per unit untuk mendukung gerakan gentingisasi
Respon cepat arahan Presiden PrabowoBupati Demak, Eisti'anah, menegaskan langkah ini sebagai respons cepat terhadap arahan Presiden yang menginginkan standar kelayakan tinggi untuk hunian rakyat.
Menaikkan alokasi anggaran RTLHPemkab Demak menaikkan alokasi anggaran RTLH dari Rp15 juta menjadi Rp20 juta per unit untuk mendukung gerakan gentingisasi dan perbaikan kualitas bangunan.
Ciptakan hunian yang nyamanPemkab Demak berkomitmen menciptakan hunian sehat dan nyaman dengan gerakan gentingisasi sebagai standar baru dalam pembangunan rumah subsidi di wilayah Demak.
1. Respon cepat arahan Presiden Prabowo
Bupati Demak, Eisti'anah, menegaskan bahwa langkah ini merupakan respons cepat terhadap arahan Presiden yang menginginkan setiap hunian rakyat memiliki standar kelayakan tinggi.
"Kami akan meninjau kembali kebijakan material atap pada program RTLH. Evaluasi penggunaan seng ini adalah tindak lanjut arahan Presiden Prabowo," ujar Eisti'anah melansir dari Antara, Senin (9/2/2026).
2. Menaikkan alokasi anggaran RTLH
Demi mewujudkan hunian yang lebih layak dan mendukung gerakan gentingisasi ini, Pemkab Demak secara resmi menaikkan alokasi anggaran RTLH. Untuk anggaran lama yakni Rp15 juta per unit. Sementara di anggaran baru yaitu Rp20 juta per unit.
"Kenaikan anggaran ini kami harapkan mampu mendukung perbaikan kualitas bangunan secara menyeluruh, termasuk transisi dari atap seng ke genteng," tambah Eisti'anah. Ia juga menegaskan bahwa jika kebijakan ini diterapkan secara masif, anggaran akan terus disesuaikan dengan kebutuhan riil di lapangan.
3. Ciptakan hunian yang nyaman
Melalui evaluasi ini, Pemkab Demak berkomitmen agar program RTLH tidak hanya sekadar "memperbaiki fisik", tetapi benar-benar menciptakan hunian yang sehat dan nyaman. Gerakan gentingisasi ini diharapkan menjadi standar baru dalam pembangunan rumah subsidi dan bantuan sosial di seluruh wilayah Demak.
Dengan peralihan material ini, wajah pemukiman warga prasejahtera di Demak diharapkan berubah menjadi lebih estetik dan memiliki daya tahan yang lebih baik dalam menghadapi tantangan iklim.