Semarang, IDN Times – Tren liburan masyarakat di Jawa Tengah pada Lebaran 2026 mengalami pergeseran drastis. Destinasi berbasis kawasan kota dan ikon budaya kini lebih diminati dibandingkan wisata alam. Kota Lama Semarang muncul sebagai primadona utama dengan catatan kunjungan fantastis mencapai 222.856 orang hingga H+4 Lebaran (25/3/2026).
Angka tersebut menempatkan kawasan "Little Netherland" ini jauh di atas destinasi besar lainnya, termasuk Masjid Agung Demak (124.363 pengunjung) dan Candi Prambanan (94.858 pengunjung).
Kepala Disbudparekraf Jateng, Hanung Triyono, menjelaskan bahwa lonjakan di Kota Lama dipicu oleh fenomena visual tourism. Wisatawan generasi baru kini lebih mengincar pengalaman visual dan estetika bangunan bersejarah yang instagramable untuk dibagikan ke media sosial.
"Terjadi pergeseran selera dari wisata alam ke wisata urban. Wisatawan kini mencari pengalaman yang kuat secara visual dan spot dokumentasi yang menarik," ungkap Hanung, Kamis (26/3/2026).
Selain faktor estetika, kondisi klimatologi turut memperkuat posisi Kota Lama sebagai destinasi favorit. Cuaca ekstrem yang kurang bersahabat di area pegunungan membuat para pemudik beralih ke destinasi urban yang dinilai lebih aman dan nyaman untuk dinikmati bersama keluarga.
Secara keseluruhan, jumlah wisatawan di Jawa Tengah pada periode Lebaran tahun ini mencapai 687.470 kunjungan, naik 5,25 persen dibandingkan tahun 2025. Puncak keramaian terpantau terjadi pada H-1 hingga H+2 Lebaran.
Melihat kesuksesan Kota Lama, Disbudparekraf Jateng menekankan pentingnya pengelola objek wisata lain untuk beradaptasi. Penguatan konsep experience dan estetika visual dinilai menjadi kunci utama untuk tetap kompetitif di mata wisatawan masa kini.
Gubernur Ahmad Luthfi sebelumnya juga telah mendorong para pemudik untuk mengeksplorasi kekayaan wisata Jateng, namun tetap mengingatkan agar masyarakat waspada terhadap dinamika cuaca selama menikmati liburan.
