Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Wapres Gibran Rakabuming dan Selvi Ananda hadiri acara Tingalan Dalem Jumenengan Kaping 4, KGPAA Mangkunegara X di Pura Mangkunegaran. (IDN Times/Larasati Rey)
Wapres Gibran Rakabuming dan Selvi Ananda hadiri acara Tingalan Dalem Jumenengan Kaping 4, KGPAA Mangkunegara X di Pura Mangkunegaran. (IDN Times/Larasati Rey)

Intinya sih...

  • Wapres Gibran dan Selvi hadiri Tingalan Dalem Jumenengan Mangkunegara X di Pura Mangkunegaran, Surakarta.

  • Dihadiri politisi dan tokoh budaya, Wapres Gibran menyaksikan tarian sakral Bedhaya Anglir Mendung yang ditarikan oleh tujuh orang penari.

  • Tingalan Jumenengan ke-4 menandai empat tahun kepemimpinan Mangkunegara X sejak dinobatkan pada 2022, melibatkan sekitar 1.000 masyarakat dalam pelestarian budaya.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Surakarta, IDN Times – Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka bersama Selvi Ananda menghadiri prosesi Tingalan Dalem Jumenengan Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara X yang digelar di Pura Mangkunegaran, Surakarta, Selasa (27/1/2026).

Tingalan Dalem Jumenengan ini menandai empat tahun kepemimpinan Mangkunegara X sejak dinobatkan pada 2022, sekaligus menjadi momentum refleksi dan doa dalam menyongsong tahun kelima kepemimpinannya.

1. Dihadiri juga oleh politisi hingga tokoh budaya

PB XIV Hangabehi hadiri acara Tingalan Dalem Jumenengan Kaping 4, KGPAA Mangkunegara X di Pura Mangkunegaran. (IDN Times/Larasati Rey)

Dari pantauan IDN Times, Wapres Gibran tiba di lokasi sekitar pukul 10.05 WIB. Ia memakai pakaian beskab warna hitam dan jarik, sedangkan Selvi memakai kebaya warna merah muda. Tiba di lokasi Wapres disambut langsung oleh Walikota Solo Respati Ardi, dan Ketua Pelaksana Tingalan Jumenengan Dalem Kaping 4, G.R.Aj. Ancillasura Marina Sudjiwo.

Tiba di lokasi Pringgitan, Wapres terlihat menyalami sejumlah keluarga dan tamu undangan diantaranya Duta Besar Belanda untuk Indonesia Marc Gerritsen, PB XIV Hangabehi, Wakil MPR RI Bambang Pacul.

Usai mengikuti sejumlah acara, Wapres Gibran dan Selvi meninggalkan lokasi sekitar pukul 12.30 WIB.

2. Bedhaya Anglir Mendung jadi tarian keramat

Tingalan Dalem Jumenengan Kaping 4, KGPAA Mangkunegara X di Pura Mangkunegaran. (IDN Times/Larasati Rey)

Prosesi acara Jumenengan berlangsung khidmat dengan rangkaian upacara adat khas Mangkunegaran. Sejumlah tokoh adat, keluarga besar Mangkunegaran, serta pejabat pemerintah pusat dan daerah turut hadir dalam peringatan tersebut.

Wapres Gibran juga menyaksikan tarian sakral Bedhaya Anglir Mendung yang ditarikan oleh tujuh orang penari. Suasana khidmat terasa saat tarian dimulai para tamu undangan dilarang merekam menggunakan gawai dan bertepuk tangan usai acara berlangsung.

Kehadiran Wapres Gibran dinilai sebagai bentuk penghormatan negara terhadap pelestarian nilai-nilai budaya dan tradisi Jawa yang hingga kini terus dijaga oleh Pura Mangkunegaran.

3. Merupakan Jumenengan ke-4

Tingalan Dalem Jumenengan Kaping 4, KGPAA Mangkunegara X di Pura Mangkunegaran. (IDN Times/Larasati Rey)

Ketua Pelaksana Tingalan Jumenengan Dalem Kaping 4, G.R.Aj. Ancillasura Marina Sudjiwo, mengatakan bahwa Tingalan Jumenengan setiap tahun selalu menghadirkan tema dan penekanan yang mencerminkan visi Mangkunegaran yang selaras dengan perkembangan zaman, sebagaimana disampaikan melalui sabda dalem KGPAA Mangkunegara X.

“Tingalan Jumenengan menjadi ruang refleksi kepemimpinan sekaligus penguatan nilai-nilai budaya yang tetap relevan dengan dinamika zaman,” ujarnya.

Pada pelaksanaan tahun ini, Mangkunegaran melibatkan sekitar 1.000 masyarakat, terdiri dari siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP), komunitas, serta warga di sekitar Pura Mangkunegaran. Keterlibatan masyarakat tersebut menjadi bagian dari upaya Mangkunegaran untuk membuka ruang partisipasi publik dalam pelestarian budaya.

Tingalan Dalem Jumenengan juga dimaknai sebagai ungkapan rasa syukur atas perjalanan kepemimpinan satu tahun ke belakang, serta penguatan komitmen Mangkunegara X dalam menjaga warisan budaya dan adat istiadat Mangkunegaran.

Editorial Team