Tanaman yang ditaman oleh siswa siswi SD Pranan 1 Sukoharjo. (IDN Times/Larasati Rey)
Uji coba tahap awal Program Gizi BerKarsa dibiayai melalui swadaya masyarakat yang peduli terhadap pendidikan dan dikoordinasikan oleh Yayasan SMART Madani Indonesia (Y@SMI).
Ketua Y@SMI, Dr. Sri Kalono mengatakan, pendidikan karakter membutuhkan aksi nyata, bukan sekadar wacana.
“Berpikir dan bekerja itu memang tidak mudah, tapi itulah yang kami pilih. Kami tidak ingin hanya terjebak dalam komentar, melainkan merancang dan menjalankan program nyata dengan memanfaatkan MBG sebagai stimulan,” ujarnya.
Ia menambahkan, nilai-nilai seperti rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, kemandirian, tanggung jawab, kepedulian lingkungan, disiplin, dan kerja sama harus dihadirkan melalui praktik sehari-hari di sekolah.
Pilot Program Gizi BerKarsa dilaksanakan di:
TK Godog 1 Polokarto
SD Godog 1 Polokarto
SD Pranan 1 Polokarto
SMP Negeri 3 Polokarto
Rangkaian kegiatan meliputi:
31 Desember 2025 – 7 Januari 2026: pemasangan sarana cuci tempat makan
7 Januari 2026: pelatihan pembuatan sabun cair ramah lingkungan dan pupuk organik
8 Januari 2026: simulasi dan uji coba perdana cuci tempat makan oleh siswa
Pendampingan program akan dilakukan secara berkelanjutan agar praktik baik tersebut dapat menjadi budaya sekolah. Ke depan, Program Gizi BerKarsa diharapkan dapat direplikasi lebih luas sebagai model penguatan pendidikan karakter berbasis sekolah.