Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pelakasanaan MBG di SD Pranan 1 Sukoharjo. (IDN Times/Larasati Rey)
Pelakasanaan MBG di SD Pranan 1 Sukoharjo. (IDN Times/Larasati Rey)

Intinya sih...

  • Gizi BerKarsa sebagai inovasi pendidikan karakter

  • Cuci tempat makan hingga olah limbah jadi media belajar karakter

  • Swadaya masyarakat menjadi kunci

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Sukoharjo, IDN Times – Program Gizi BerKarsa (Gizi Berbasis Karakter dan Ketahanan Pangan Sekolah) mulai diujicobakan di Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, Senin (12/1/2026). Program tersebut menjadi penguatan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan pendekatan baru yang tidak hanya fokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga pembentukan karakter siswa melalui praktik keseharian di sekolah.

Uji coba awal menunjukkan hasil positif dan mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Sukoharjo, khususnya Dinas Pendidikan beserta seluruh jajarannya.

1. Gizi BerKarsa sebagai inovasi pendidikan karakter

Siswa SD Pranan 1 diajak menuci ombreng MBG sendiri usai makan bersama. (IDN Times/Larasati Rey)

Dinas Pendidikan Kabupaten Sukoharjo menilai Program Gizi BerKarsa sebagai terobosan strategis dalam dunia pendidikan. Program itu tidak hanya menjawab kebutuhan gizi peserta didik, tetapi juga mendorong penguatan karakter, tanggung jawab, dan budaya positif di lingkungan sekolah.

“Kami melihat Program Gizi BerKarsa sebagai inovasi yang sangat strategis. Dukungan kami tidak hanya pada aspek kebijakan, tetapi juga penguatan peran kepala sekolah, guru, dan pengawas agar program ini benar-benar hidup dalam praktik pendidikan sehari-hari,” kata perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Sukoharjo, Havid Danang Purnomo Widodo.

Dukungan tersebut melibatkan seluruh ekosistem pendidikan, mulai dari pengawas, kepala sekolah, guru, hingga siswa.

2. Cuci tempat makan hingga olah limbah jadi media belajar karakter

Siswa SD Pranan 1 diajak memilah makanan MBG sendiri usai makan bersama. (IDN Times/Larasati Rey)

Berbeda dari program gizi pada umumnya, Gizi BerKarsa mengintegrasikan kegiatan pasca-makan sebagai bagian dari proses pembelajaran. Siswa diajak mencuci tempat makan sendiri, memilah sisa makanan, hingga mengolah limbah organik menjadi pupuk.

Praktik sederhana yang dilakukan secara berulang tersebut bertujuan menanamkan nilai kemandirian, kedisiplinan, kepedulian lingkungan, kerja sama, dan rasa tanggung jawab sejak dini.

Di lapangan, program itu dijalankan melalui kolaborasi antara sekolah dan SPPG Godog sebagai mitra logistik dan sosial pendidikan.

“Pendidikan bukan hanya tanggung jawab guru atau sekolah, tapi tanggung jawab kita bersama. Karena itu kami berkolaborasi agar Program Makan Bergizi Gratis menjadi stimulan lahirnya kegiatan positif yang berdampak langsung pada pembentukan karakter siswa,” ujar Sutardi, pengelola SPPG Godog.

3. Swadaya masyarakat menjadi kunci

Tanaman yang ditaman oleh siswa siswi SD Pranan 1 Sukoharjo. (IDN Times/Larasati Rey)

Uji coba tahap awal Program Gizi BerKarsa dibiayai melalui swadaya masyarakat yang peduli terhadap pendidikan dan dikoordinasikan oleh Yayasan SMART Madani Indonesia (Y@SMI).

Ketua Y@SMI, Dr. Sri Kalono mengatakan, pendidikan karakter membutuhkan aksi nyata, bukan sekadar wacana.

“Berpikir dan bekerja itu memang tidak mudah, tapi itulah yang kami pilih. Kami tidak ingin hanya terjebak dalam komentar, melainkan merancang dan menjalankan program nyata dengan memanfaatkan MBG sebagai stimulan,” ujarnya.

Ia menambahkan, nilai-nilai seperti rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, kemandirian, tanggung jawab, kepedulian lingkungan, disiplin, dan kerja sama harus dihadirkan melalui praktik sehari-hari di sekolah.

Pilot Program Gizi BerKarsa dilaksanakan di:

  • TK Godog 1 Polokarto

  • SD Godog 1 Polokarto

  • SD Pranan 1 Polokarto

  • SMP Negeri 3 Polokarto

Rangkaian kegiatan meliputi:

  • 31 Desember 2025 – 7 Januari 2026: pemasangan sarana cuci tempat makan

  • 7 Januari 2026: pelatihan pembuatan sabun cair ramah lingkungan dan pupuk organik

  • 8 Januari 2026: simulasi dan uji coba perdana cuci tempat makan oleh siswa

Pendampingan program akan dilakukan secara berkelanjutan agar praktik baik tersebut dapat menjadi budaya sekolah. Ke depan, Program Gizi BerKarsa diharapkan dapat direplikasi lebih luas sebagai model penguatan pendidikan karakter berbasis sekolah.

Editorial Team