Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ilustrasi Ponpes. IDN Times/Galih Persiana
  • GP Ansor Jawa Tengah mengecam penggeledahan polisi di ponpes santriwati Mojolaban terkait pembakaran warung mi babi, karena dinilai arogan, tidak profesional, dan tidak proporsional.

  • Ansor menyoroti razia di ponpes putri yang dihuni banyak santriwati di bawah umur tanpa menemukan barang bukti, serta meminta aparat menggunakan pendekatan lebih humanis.

  • GP Ansor menilai polisi lamban merespons potensi kekerasan sebelum pembakaran terjadi, lalu meminta aparat cepat menindaklanjuti aduan masyarakat dan kader memperkuat koordinasi lingkungan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Senin (2/11/2026)

GP Ansor Jawa Tengah mengecam penggeledahan polisi di ponpes santriwati Mojolaban sebagai tindakan arogan dan tidak proporsional. Mereka menyoroti tidak ditemukannya barang bukti dalam razia tersebut.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    GP Ansor Jawa Tengah mengecam tindakan penggeledahan polisi di pondok pesantren santriwati Desa Laban dalam penyidikan pembakaran Warung Mi Babi Tepi Sawah.
  • Who?
    Ketua GP Ansor Jawa Tengah Shidqon Prabowo, aparat Polres Sukoharjo dan Polsek Grogol, serta santriwati penghuni pondok pesantren terlibat dalam peristiwa ini.
  • Where?
    Penggeledahan dilakukan di pondok pesantren khusus putri di Desa Laban, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo. Kasus pembakaran terjadi di Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol, Sukoharjo.
  • When?
    Pernyataan GP Ansor Jawa Tengah disampaikan Senin, 2 November 2026. Waktu pelaksanaan penggeledahan dan pembakaran per saat ini masih belum diketahui.
  • Why?
    Polisi mendatangi pondok pesantren untuk mencari dua pelaku pembakaran Warung Mi Babi. GP Ansor menilai tindakan tersebut kurang humanis karena tidak ditemukan barang bukti.
  • How?
    Polres Sukoharjo dan Polsek Grogol melakukan pendalaman penyidikan dengan mencari dua pelaku ke lokasi pondok pesantren. GP Ansor meminta aparat merespons aduan masyarakat lebih cepat dan humanis.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
GP Ansor Jawa Tengah marah karena polisi memeriksa pesantren putri di Mojolaban. Polisi mencari orang yang membakar warung mi babi. Di pesantren itu ada banyak santriwati yang masih kecil. Polisi tidak menemukan barang bukti. GP Ansor meminta polisi lebih baik dan cepat menolong warga agar tidak ada kekerasan lagi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Sorotan GP Ansor terhadap razia di ponpes santriwati menegaskan pentingnya penegakan hukum yang humanis, proporsional, dan peka terhadap perlindungan anak. Dorongan agar aparat lebih cepat merespons aduan masyarakat serta ajakan memperkuat komunikasi lingkungan menunjukkan perhatian pada pencegahan kekerasan dan kemaslahatan bersama.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times - Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Tengah menegaskan tindakan aparat kepolisian saat merazia ponpes santriwati di Desa Laban Kecamatan Mojolaban Sukoharjo merupakan sikap yang kurang pas. Terlebih lagi dalam razia tersebut tidak ditemukan barang bukti apapun.

Ketua GP Ansor Jawa Tengah, Shidqon Prabowo mengatakan upaya pengembangan kasus melalui penggeledahan pada pondok pesantren yang dihuni santriwati terlebih rata-rata masih di bawah umur telah mengarah pada aksi arogansi aparat. 

"Kami menyayangkan tindakan arogan yang dilakukan oleh aparat kepolisian di ponpes yang berisi para santriwati. Ini jelas mengarah pada tindakan tidak profesional dan tidak proporsional oleh aparat," ujar Shidqon dalam keterangan yang diterima IDN Times, Senin (2/11/2026).

Ia menyesalkan adanya tindakan penggeledahan aparat kepolisian yang dilakukan di Pondok Pesantren (Ponpes) khusus putri di Desa Laban, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo terkait kasus pembakaran Warung Mi Babi Tepi Sawah Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol, Sukoharjo.

Ia menyoroti tindakan aparat kepolisian yang berlaku tidak humanis.

“Mestinya aparat bisa menggunakan cara-cara yang lebih humanis, bukan melalui cara yang menurut kami kurang tepat. Terlebih tidak ditemukan adanya barang bukti tindakan kriminal sebagaimana kasus yang tengah disidik,” urainya.

Di sisi lain, pihaknya menilai adanya kelambanan dari pihak kepolisian dalam merespons potensi tindakan kekerasan hingga terjadi adanya aksi pembakaran Warung Mi Babi di Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol.

Karena itulah, ke depan pihaknya meminta aparat bisa lebih responsif mengantisipasi adanya potensi tindakan kriminal. 

"Aduan sekecil apapun dari masyarakat harusnya ditanggapi dengan cepat dan dicarikan solusinya. Sehingga tidak sampai ada tindakan main hakim sendiri,” tuturnya.

Gus Sidqon juga mengimbau pada seluruh kader Ansor dan Banser di berbagai pelosok daerah untuk aktif menjalin komunikasi dan koordinasi terkait kondisi di lingkungan masing-masing pada PW GP Ansor dan Satkorwil Banser Jawa Tengah.

“Kita mendukung penuh kegiatan Amar Ma’ruf Nahi Munkar di Jawa Tengah. Namun harus menggunakan cara yang tepat demi kemaslahatan bersama,” tegas Gus Sidqon.

Seperti diketahui, aparat Polres Sukoharjo dan Polsek Grogol melakukan pendalaman penyidikan dari kasus pembakaran warung mi babi di Desa Parangjoro. Penyidikan lalu dinaikan menjadi penyelidikan dengan mencari dua pelaku pembakaran ke lokasi ponpes santriwati di Desa Laban Mojolaban.

Curated For You

Editorial Team

Related Article