Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG-20260103-WA0034.jpg
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen saat Peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama tingkat Kabupaten Rembang yang digelar di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Rembang di Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang. (IDN Times/Dok Humas Pemprov Jateng)

Intinya sih...

  • Pemprov Jateng dan Kemenag tingkatkan kerukunan masyarakat

  • Program Desa Sadar Kerukunan, Kampung Moderasi Beragama, hingga Gerakan Merah Marun telah berhasil memborong penghargaan Harmony Award tahun 2025.

  • Peringatan HAB ke-80 menjadi refleksi perjalanan Kemenag

  • Berbagai program Kemenag memberi dampak nyata di internal lembaga maupun langsung dirasakan masyarakat hingga tingkat desa.

  • Kepala Kantor Kemenag Rembang tekankan kedekatan umat dengan nilai agama

  • Tolok ukur keberhasilan Kementerian Agama adalah sejauh mana umat semakin dekat dengan nilai-nilai agama dalam kehidupan se

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Semarang, IDN Times - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus membangun sinergitas dengan Kementerian Agama (Kemenag) Rembang guna mewujudkan kerukunan dan kebersamaan masyarakat. Kerja sama tersebut dilakukan mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen usai acara Upacara Peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Kabupaten Rembang yang digelar di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Rembang di Kecamatan Lasem, Sabtu (3/1/2026).

1. Jateng punya 75 kampung moderasi beragama

Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen memberikan tanda kartu Identitas di bahu seorang ASN Pemkab Rembang. (IDN Times/Dok Humas Pemprov Jateng)

Banyak program digulirkan oleh Pemprov Jateng yang disinergikan dengan Kemenag Provinsi Jawa Tengah, di antaranya program Desa Sadar Kerukunan yang hingga akhir tahun 2025 telah terbentuk di 25 desa.

Lalu, Kampung Moderasi Beragama telah terdapat di 75 tempat, kampung zakat, hingga Gerakan Merah Marun (Menyemai Ramah untuk Masyarakat Rukun) yang telah diimplementasikan di 14 kabupaten/kota.

Sinergi membuat Jawa Tengah memborong penghargaan pada Harmony Award tahun 2025. Dari 18 kategori yang diperebutkan secara nasional, Jateng berhasil meraih 9 penghargaan.

Kolaborasi tersebut telah membuahkan hasil dengan ditetapkannya sejumlah daerah di Jawa Tengah sebagai kabupaten/kota ramah toleran, seperti Kota Salatiga, Kota Magelang, dan Kota Semarang.

Menurutnya, capaian toleransi tidak dapat dilepaskan dari peran Kementerian Agama dalam menjaga kerukunan umat beragama.

"Selain penguatan toleransi, Pemprov Jateng juga memberikan perhatian kepada guru-guru agama melalui program insentif yang dilaksanakan bersama Kementerian Agama melalui kanwil hingga daerah," tuturnya.

2. Hari Amal Bakti jadi refleksi Kemenag

Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen. (IDN Times/Dok Humas Pemprov Jateng)

Sosok yang akrab disapa Gus Yasin itu menyampaikan bahwa peringatan HAB ke-80 menjadi momentum refleksi perjalanan Kementerian Agama dalam melayani umat selama delapan dekade.

Berbagai program Kemenag dinilai telah memberi dampak nyata, baik di internal lembaga maupun langsung dirasakan masyarakat hingga tingkat desa.

3. Keberhasilan Kemenag diukur dari kedekatan umat dengan nilai agama

Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen dan Kepala Kemenag Rembang saat perayaan HAB. (IDN Times/Dok Humas Pemprov Jateng)

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Rembang, Moh. Mukson menyatakan, peringatan HAB ke-80 di Rembang sebagai momen yang istimewa karena dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah.

“Kehadiran Wakil Gubernur menjadi inspirasi dan menambah semangat kami dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” kata Mukson.

Mukson menegaskan tolok ukur keberhasilan Kementerian Agama sangat sederhana, yakni sejauh mana umat semakin dekat dengan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai informasi, upacara tersebut diikuti seluruh guru dan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kemenag Kabupaten Rembang serta siswa MAN 2 Rembang.

Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan Sarasehan Satu Jam Lebih Dekat Bersama Wakil Gubernur Jawa Tengah dengan tema Sinergi Kementerian Agama dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam Memperkuat Kerukunan dan Pembangunan Berkelanjutan.

Editorial Team