Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
1768380043-1456fe53-ad37-429d-ae2a-edd680c4b434.jpeg
Mendes PDT RI Yandri Susanto, Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen, bersama Bupati Boyolali, Agus Irawan meresmikan Pameran Produk Unggulan Desa. Rabu (14/1/2026). (Dok Pemkab Boyolali)

Intinya sih...

  • Acara Lokakarya Desa Dan Kelurahan Berprestasi digelar dalam rangka Peringatan Hari Desa Nasional Tahun 2026 di Kabupaten Boyolali.

  • Penghargaan diberikan kepada desa dan kelurahan berprestasi, seperti Desa Sungai Duo, Desa Setiabakti, Kelurahan Kototangah, dan Kelurahan Purwokinanti.

  • Wakil Menteri Dalam Negeri RI Akhmad Wiyagus menyatakan pentingnya peran desa dan kelurahan sebagai garda terdepan pelayanan publik dan pembangunan nasional.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Boyolali, IDN Times - Salah satu rangkaian Peringatan Hari Desa Nasional (HDN) Tahun 2026 adalah Lokakarya Desa Dan Kelurahan Berprestasi yang digelar di Pendopo Gede Kabupaten Boyolali, Rabu (14/1/2026).

Acara ini dihadiri oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Wamendagri RI) Akhmad Wiyagus, Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Reda Mantovani, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Lutfi, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos, Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri La Ode Ahmad P. Bolombo dan Wakil Bupati Boyolali Dwi Fajar Nirwana.

Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Pemdes Murtono menyampaikan, acara Lokakarya ini diikuti oleh 250 peserta yang terdiri dari Kepala Desa dan Lurah berprestasi beserta Ketua TP PKK desa dan kelurahan terpilih, Dinas PMD Provinsi, Dinas PMD Kabupaten /Kota yang daerahnya menjadi lokasi desa dan kelurahan berprestasi Pemerintahan Desa/Kelurahan Award Tingkat Provinsi tahun 2025.

Adapun daftar penghargaan yang diberikan adalah Juara I Tingkat Provinsi Kategori Desa Regional 1 adalah Desa Sungai Duo, Desa Setiabakti, Desa Lubuk Raman Kabupaten, dan Desa Tanjung Sawit. Kemudian Desa Piasan, Desa Karanganyar, Desa Limbongan, Desa Trieng Moduro Tunong, Desa Talang Lindung dan Desa Nilan Indah.

Untuk Regional 2 yaitu Desa Darma Saba, Desa Banyuraden, Desa Tembalang, Desa Kaliwedi, Desa Cikawung, dan Desa Sodong.

Selanjutnya Regional 3 ada Desa Padangjaya, Desa Saotengah, Desa Pao, Desa Wayao, Desa Kapondakan Dua, Desa Ilopono, dan Desa Sungai Pasir. Kemudian Desa Lingadan, Desa Latuo, Desa Sepidai, Desa Orobatu, Desa Sanafi, Desa Lanta, Desa Fascodamne, Desa Ruar.

Penghargaan berikutnya adalah Juara I Tingkat Provinsi Kategori Kelurahan Regional 1 adalah Kelurahan Kototangah, Kelurahan Kedamaian, Kelurahan Bukit Cermin, Kelurahan Air Kepala Tujuh, Kelurahan Sengerang, Kelurahan Perawang, Kelurahan Sukamaju.

Untuk Regional 2 yaitu Kelurahan Purwokinanti, Kelurahan Baler Baleagung, Kelurahan Sunter Agung, Kelurahan Jatirejo, Kelurahan Kaduagung, Kelurahan Cihaeurgeulis, Kelurahan Galun.

Selanjutnya Regional 3 adalah Kelurahan Satimpo, Kelurahan Mentaos, Kelurahan Raja Sabrang Kelurahan Laloeha, Kelurahan Molas, Kelurahan Nyarungkop, Kelurahan Kampung Empat, Kelurahan Baya, Kalurahan Dempe Jaya, Kelurahan Panampu, Kelurahan Pagesangan Barat, dan Kelurahan Rumbalibunga.

Kemudian untuk Kategori Partisipasi Aktif Dalam Hardesnas 2026 sebagai Desa Berprestasi Binaan Kementerian/Lembaga yaitu Desa Sumberdem sebagai Desa Pangan Aman, Desa Bangbang sebagai Desa Konstitusi, Desa Kalisongo sebagai Desa Ruang Bersama Indonesia, Desa Sambirejo sebagai Desa Pemenang Mandaya Awards dan Desa Betung Barat sebagai Posbankum desa teraktif.

Wamen Akhmad yang menyerahkan penghargaan ini mengungkapkan, Indonesia memiliki 75.266 desa dan 8.496 kelurahan yang menjadi garda terdepan pelayanan publik, penguatan demokrasi lokal dan penggerak pembangunan berbasis potensi wilayah. Hal ini berarti kualitas tata kelola desa dan kelurahan sangat menentukan keberhasilan pembangunan nasional secara keseluruhan.

Pihaknya mengatakan, Desa dan Kelurahan Berprestasi yang hadir ini adalah bukti nyata dari kepemimpinan yang kuat, kolaborasi lintas sektor, kerjasama desa dan kelurahan serta partisipasi masyarakat yang mampu menjadi pusat pertumbuhan ditingkat lokal.

“Untuk menjadi barometer pembangunan maka desa bukan lagi sebagai obyek tetapi diposisikan sebagai subyek pembangunan. Kami berharap Lokakarya ini tentunya bisa menghasilkan rekomendasi yang konkrit di lapangan, yang dapat ditindaklanjuti dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat.” ujar Wamen Akhmad.

Pada Lokakarya ini juga disampaikan beberapa materi dan diskusi bersama dengan narasumber Gubernur Lutfi, Gubernur Sherly, Jaksa Agung Muda Reda Mantovani, dan Dirjen Bina Pemdes La Ode Ahmad.

Editorial Team