Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Hari Peduli Sampah, Agustin Ajak Warga Semarang Resik-resik Kali Jaten
Pemerintah Kota Semarang memperingati Hari Peduli Sampah dengan mengajak warga membersihkan Sungai Jaten di Kelurahan Pudak Payung, Kecamatan Banyumanik, Minggu (22/2/2026). (dok. Pemkot Semarang)
  • Pemkot Semarang memperingati Hari Peduli Sampah dengan aksi bersih Sungai Jaten di Pudak Payung, melibatkan Satgas Sungai, OPD, komunitas, sekolah, dan warga sekitar secara kolaboratif.
  • Kegiatan ini menanggapi laporan penumpukan sampah yang menghambat aliran air dan berpotensi menyebabkan banjir, sekaligus membagikan kantung pilah sampah untuk mendorong pemilahan dari rumah tangga.
  • Melalui penguatan Satgas Berlian dan gerakan kerja bakti rutin, Pemkot menegaskan pentingnya peran warga menjaga kebersihan sungai demi lingkungan sehat dan aliran air yang lancar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Semarang, IDN Times - Pemerintah Kota Semarang memperingati Hari Peduli Sampah dengan mengajak warga membersihkan Sungai Jaten di Kelurahan Pudak Payung, Kecamatan Banyumanik, Minggu (22/2/2026). Upaya itu dilakukan secara kolaborasi bersama Satgas Sungai, jajaran OPD, komunitas, hingga unsur pendidikan.

1. Kebersihan sungai berdampak bagi warga

Pemerintah Kota Semarang memperingati Hari Peduli Sampah dengan mengajak warga membersihkan Sungai Jaten di Kelurahan Pudak Payung, Kecamatan Banyumanik, Minggu (22/2/2026). (dok. Pemkot Semarang)

Kebersihan Sungai Jaten berdampak langsung bagi warga sekitar. Jika aliran air menjadi lebih lancar, potensi sumbatan di bawah jembatan berkurang, dan kekhawatiran luapan saat hujan deras dapat ditekan.

Upaya ini menjadi langkah antisipatif di tengah musim penghujan, ketika sampah kerap memperparah risiko genangan dan banjir.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng yang hadir langsung dalam kegiatan resik-resik kali tersebut, menjelaskan bahwa Sungai Jaten dipilih sebagai lokasi aksi karena kondisinya membutuhkan penanganan kolaboratif.

“Kita memilih satu lokasi yang impossible jika dikerjakan warga sendiri. Maka kita gandeng berbagai elemen, termasuk tentara, peserta Proklim, sekolah Adiwiyata, dan masyarakat sekitar,” ujarnya.

2. Laporan sampah menumpuk di aliran sungai

Pemerintah Kota Semarang memperingati Hari Peduli Sampah dengan mengajak warga membersihkan Sungai Jaten di Kelurahan Pudak Payung, Kecamatan Banyumanik, Minggu (22/2/2026). (dok. Pemkot Semarang)

Sebelumnya, dirinya menerima laporan dan dokumentasi dari warga mengenai banyaknya sampah yang menumpuk di aliran sungai tersebut. Kondisi itu dinilai berisiko menghambat arus air, terutama saat curah hujan tinggi.

“Sebagian banjir disebabkan oleh sampah. Ketika sampah menyangkut di bawah jembatan, aliran air terhambat dan bisa meluap. Membersihkan sungai ini adalah langkah antisipasi,” lanjutnya.

Selain pembersihan fisik di badan dan bantaran sungai, Pemerintah Kota Semarang juga menyerahkan kantung pilah sampah kepada warga. Pembagian ini ditujukan untuk mendorong perubahan perilaku dari tingkat rumah tangga, agar sampah tidak lagi berakhir di sungai.

“Kalau kita memproduksi sampah, maka sejak dari tangan kita pertama kali harus dibuang di tempatnya. Di rumah, sampah sebaiknya sudah dipilah yang organik dan plastik. Maka hari ini kita bagikan kantung pilah sampah sebagai pemicu,” kata Agustina.

3. Penguatan Satgas Berlian

Pemerintah Kota Semarang memperingati Hari Peduli Sampah dengan mengajak warga membersihkan Sungai Jaten di Kelurahan Pudak Payung, Kecamatan Banyumanik, Minggu (22/2/2026). (dok. Pemkot Semarang)

Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, antara lain OPD di Kota Semarang, camat dan lurah setempat, pengurus dan koordinator bank sampah, Saka Kalpataru, Satgas Bersih Lingkungan (Satgas Sungai), sekolah Adiwiyata, komunitas, serta warga Gedawang dan Pudak Payung.

Aksi bersih Sungai Jaten tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang diperingati setiap 21 Februari sebagai momentum peningkatan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan sampah berkelanjutan.

Melalui penguatan Satgas Berlian (Bersih Lingkungan dan Sungai), Pemerintah Kota Semarang juga mendorong keterlibatan warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai untuk aktif menjaga kebersihan lingkungan. Gerakan kurve atau kerja bakti rutin terus diperkuat guna memastikan saluran air tetap bebas dari sampah.

Pemkot Semarang menegaskan bahwa pengendalian sampah dimulai dari rumah tangga. Sungai yang bersih hari ini adalah hasil kerja bersama. Ketika warga disiplin memilah dan membuang sampah pada tempatnya, dampaknya kembali kepada masyarakat: lingkungan lebih sehat, aliran air lancar, dan risiko banjir dapat ditekan.

Editorial Team