Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Hari Santri 2026, 2 Santriwati Berprestasi di Semarang Diganjar Umrah

Kota Semarang
3 min read
Hari Santri 2026, 2 Santriwati Berprestasi di Semarang Diganjar Umrah
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, memberikan apresiasi berupa perjalanan umrah kepada dua santriwati berprestasi, yakni Nasywa Jamilah dan Nurlita Nasucha dalam peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Halaman Balai Kota Semarang, Kamis (22/10/2026). (dok. Pemkot Semarang)
  • Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menghadiahkan umrah kepada Nasywa Jamilah dan Nurlita Nasucha pada Hari Santri Nasional 2026 atas prestasi akademik, hafalan Al-Qur’an, dan olahraga.

  • Pemkot Semarang mengukuhkan Forum Fasilitasi Pengembangan Pesantren periode 2026–2031 untuk koordinasi, evaluasi program, rekomendasi, serta mediasi dan advokasi pesantren.

  • Penerima bisyaroh bagi penggerak keagamaan di Semarang meningkat dari 6.572 orang pada 2025 menjadi 9.992 orang pada 2026.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, memberikan apresiasi berupa perjalanan umrah kepada dua santriwati berprestasi. Nasywa Jamilah dan Nurlita Nasucha menerima hadiah itu dalam peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Halaman Balai Kota Semarang, Kamis (22/10/2026).

  1. 1. Agustina kukuhkan Forum Fasilitasi Pengembangan Pesantren

    santri, hari santri
    Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Halaman Balai Kota Semarang, Kamis (22/10/2026). (dok. Pemkot Semarang)

    Pada kesempatan yang sama, Agustina mengukuhkan Forum Fasilitasi Pengembangan Pesantren Kota Semarang periode 2026–2031. Forum tersebut diharapkan menjadi wadah koordinasi untuk mendukung pengembangan pesantren dan membantu menyelesaikan berbagai tantangan yang dihadapi para santri.

    Peringatan Hari Santri tahun ini mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Agustina mengapresiasi antusiasme para santri yang turut meramaikan kegiatan melalui berbagai pameran dan aktivitas.

    “Senang melihat bagaimana teman-teman santri turut serta menyongsong peringatan Hari Santri. Ada banyak pameran dan kegiatan. Sepertinya santri Kota Semarang sudah siap untuk menyongsong Indonesia Emas tahun 2045,” ujarnya.

  2. 2. Beri motivasi santri agar kembangkan potensi

    santri, hari santri
    Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Halaman Balai Kota Semarang, Kamis (22/10/2026). (dok. Pemkot Semarang)

    Dua santriwati yang menerima apresiasi umrah tersebut memiliki prestasi di bidang pendidikan, hafalan Al-Qur’an, dan olahraga.

    Nasywa Jamilah merupakan santriwati Pondok Pesantren KH. Sholeh Darat di Podorejo, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang. Ia meraih peringkat terbaik pertama di Madrasah Aliyah Kejuruan Multimedia dan merupakan hafidzah 30 juz Al-Qur’an.

    Sementara itu, Nurlita Nasucha meraih juara II Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Jawa Tengah di Banyumas serta juara I dalam kejuaraan nasional yang diselenggarakan di Universitas Dian Nuswantoro (Udinus).

    Pemberian apresiasi tersebut diharapkan dapat memotivasi santri lain untuk terus mengembangkan potensi, baik dalam pendidikan, keagamaan, maupun olahraga.

  3. 3. Forum Pesantren diperkuat hingga 2031

    santri, hari santri
    Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Halaman Balai Kota Semarang, Kamis (22/10/2026). (dok. Pemkot Semarang)

    Selain memberikan apresiasi kepada santri berprestasi, Agustina mengukuhkan Forum Fasilitasi Pengembangan Pesantren Kota Semarang untuk periode 2026–2031.

    Menurut Agustina, forum tersebut menjadi wadah silaturahmi, koordinasi, dan penyamaan langkah dalam pengembangan pesantren. Keberadaan forum juga diharapkan dapat menjaga kesinambungan program meskipun terjadi pergantian kepemimpinan.

    “Lembaga ini akan menjadi wadah untuk bersilaturahmi satu sama lain, menyamakan gerak, kemudian menyelesaikan berbagai tantangan yang harus dihadapi santri menuju 2045,” jelasnya.

    Pembentukan forum tersebut mengacu pada Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 15 Tahun 2025 tentang Fasilitasi Pengembangan Pesantren.

    Forum memiliki sejumlah tugas, antara lain memberikan masukan dan evaluasi program, berkonsultasi dengan pesantren, menyampaikan rekomendasi kepada perangkat daerah terkait, serta membantu mediasi dan advokasi bagi pesantren.

  4. 4. Penerima bisyaroh naik jadi 9.992 orang

    bisyaroh, bantuan operasional, pemkot semarang
    Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng dan Iswar Aminuddin menyerahkan bantuan operasional berupa bisyaroh atau insentif kepada 6.572 penerima manfaat. (dok. Pemkot Semarang)

    Perhatian Pemkot Semarang terhadap kehidupan keagamaan juga diwujudkan melalui pemberian bisyaroh kepada penggerak keagamaan, termasuk guru agama dan marbot.

    Jumlah penerima bisyaroh meningkat dari 6.572 orang pada 2025 menjadi 9.992 orang pada 2026.

    Penambahan penerima tersebut memperluas jangkauan dukungan bagi mereka yang berperan dalam pendidikan keagamaan, pembinaan generasi muda, dan kegiatan ibadah di masyarakat.

    Melalui penguatan forum pesantren, apresiasi bagi santri berprestasi, dan dukungan kepada penggerak keagamaan, Pemkot Semarang berharap pesantren semakin berkembang dan mampu melahirkan generasi berilmu serta berakhlak yang berkontribusi bagi masyarakat.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More