Purwokerto, IDN Times - Setiap 20 Mei, masyarakat Indonesia memperingati Hari Kebangkitan Nasional sebagai momentum lahirnya kesadaran persatuan bangsa. Namun bagi Ketua DPC PERADI SAI Purwokerto, Djoko Susanto, makna kebangkitan nasional di era sekarang jauh lebih luas dibanding hanya mengenang sejarah berdirinya organisasi Budi Utomo.
Menurut Djoko, tantangan masyarakat modern bukan lagi penjajahan fisik, melainkan kebodohan, keterbelakangan pola pikir, penyebaran informasi yang tidak sehat, hingga konflik sosial yang semakin mudah muncul di ruang digital.
"Makna Kebangkitan Nasional adalah bangkit dari kebodohan, keterbelakangan, dan penindasan untuk menuju pribadi manusia yang mampu bermanfaat bagi orang lain, tetangga lebih diutamakan, karena kepedulian sosial dimulai dari lingkungan paling dekat,"ujar Djoko kepada IDN Times, Rabu (20/5/2026).
