Semarang, IDN Times - Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin mengikuti kegiatan Manunggal Leadership Retreat: Ngopeni Nglakoni Jawa Tengah yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di BPSDMD Jateng. Kegiatan ini berlangsung selama sepekan dan diikuti oleh 438 peserta dari berbagai unsur kepemimpinan daerah, termasuk 35 wakil bupati/wakil wali kota se-Jawa Tengah.
Ikuti Retret Pemprov Jateng, Wakil Wali Kota Semarang Bocorkan Pembahasan Penting Selama Kegiatan

Intinya sih...
Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin ikut Manunggal Leadership Retreat: Ngopeni Nglakoni Jawa Tengah.
Kegiatan dihadiri 438 peserta dari berbagai unsur kepemimpinan daerah, termasuk 35 wakil bupati/wakil wali kota se-Jawa Tengah.
Retret membahas hal-hal penting terkait kepemimpinan daerah selama seminggu di BPSDMD Jateng.
1. Satukan langkah antar jenjang pemerintahan
Iswar menyampaikan, retret ini penting sebagai upaya menyatukan langkah antar jenjang pemerintahan, khususnya dalam menyelaraskan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN, RPJMD Provinsi, dan RPJMD Kabupaten/Kota).
“Dulu, sebelum Pemilu serentak, visi misi dan RPJMD pusat, provinsi, serta daerah bisa berjalan sendiri-sendiri. Retret ini menjadi ruang untuk memastikan bahwa arah pembangunan dari pusat hingga daerah selaras dalam satu garis lurus,” ujar, Rabu (11/6/2025).
Menurut Iswar, sinergitas bukan sekadar program, melainkan juga soal naluri kebersamaan yang harus tumbuh kuat dalam komunikasi antara jenjang pemerintahan. Ia mencontohkan, di Kota Semarang semangat kolaborasi sudah digaungkan oleh Wali Kota Agustina dalam berbagai kesempatan, dan menjadi dasar dalam menggerakkan partisipasi semua elemen.
2. Pentingnya kolaborasi antar wilayah dalam penanganan banjir
“Kalau satu ke kanan, satu ke kiri, tidak akan sampai ke tujuan. Di Semarang, ini harus jadi gerakan bersama,” tegasnya.
Ia juga menyinggung isu penanganan banjir sebagai contoh nyata pentingnya kolaborasi antar wilayah. Semarang yang berbatasan langsung dengan kabupaten lain, tak bisa bekerja sendiri.
“Perlu kerja sama lintas daerah agar solusi yang dibangun bersifat menyeluruh dan saling memahami kekuatan serta tantangan masing-masing wilayah,” lanjutnya.
3. Bentuk karakter negarawan pada setiap birokrat
Retret kepemimpinan ini dibuka oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Selasa (10/6/2025).. Peserta berasal dari unsur wakil kepala daerah, kepala OPD, direktur BUMD, pejabat administrator, hingga analis kebijakan. Mereka akan mendapatkan pembekalan intensif dari lembaga nasional seperti Bappenas, KemenPAN-RB, Kemendagri, KPK, hingga tokoh agama dan widyaiswara.
Materi utama yang disampaikan antara lain geopolitik dan wawasan kebangsaan, dengan tujuan membentuk karakter negarawan pada setiap birokrat.
Selain itu, peserta juga akan mendalami Asta Cita sebagai arah pembangunan nasional yang perlu diinternalisasi hingga ke level pelaksana daerah. Retret ini dirancang bersama Lembaga Ketahanan Nasional RI dan menjadi bagian dari upaya memperkuat harmoni kepemimpinan di Jawa Tengah.