Rembang, IDN Times – Iklim investasi di Kabupaten Rembang menunjukkan performa gemilang sepanjang tahun 2025. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang mencatat realisasi investasi kumulatif mencapai angka fantastis, yakni Rp15,47 triliun, yang berdampak langsung pada penyerapan ratusan ribu tenaga kerja lokal.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Rembang, Dwi Martopo, mengungkapkan bahwa tren investasi di wilayahnya terus mendaki dalam enam tahun terakhir. 2019: Rp8 triliun. 2022: Rp11,84 triliun. 2024: Rp13,99 triliun. 2025: Rp15,47 triliun (Naik 11 persen).
Pertumbuhan di tahun 2025 ini tercatat melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang dipatok sebesar 7,32 persen.
Meski secara kuantitas jumlah investor baru pada 2025 sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya, nilai modal yang masuk justru lebih besar. Hal ini menandakan adanya penguatan modal dari pelaku usaha eksisting yang memperluas unit bisnis mereka di Rembang.
"Ini menunjukkan kepercayaan investor yang sudah ada semakin kuat untuk mengembangkan usahanya di sini," ujar Martopo, Kamis (22/1/2026).
Sejalan dengan modal yang masuk, jumlah lapangan kerja pun meluas. Hingga akhir 2025, total tenaga kerja yang terserap di berbagai sektor industri mencapai 139.372 orang. Secara absolut, angka ini terus meningkat setiap tahunnya, memberikan stabilitas ekonomi bagi masyarakat Rembang.
Kunci sukses Rembang terletak pada kemudahan birokrasi. Melalui aplikasi Izin Gampil, Pemkab Rembang berupaya memangkas waktu perizinan agar lebih transparan dan bebas pungli.
"Orientasi saya adalah izin cepat. Ketika pelayanan maksimal, opini investor terhadap Rembang akan positif. Namun, kecepatan ini tetap dibarengi dengan pengawasan ketat agar tidak ada penyalahgunaan," tambah Martopo. Saat ini, sejumlah perusahaan besar dilaporkan sudah mengantre untuk menanamkan modalnya di Rembang pada periode mendatang.
