Di tengah hiruk-pikuk bulan suci Ramadan, terdapat satu malam yang kedudukannya sangat istimewa di hati umat Muslim, yakni malam Nuzulul Quran. Malam ini menandai peristiwa agung ketika Allah SWT menurunkan wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril di Gua Hira.
Kapan Malam Nuzulul Quran 2026?
Secara tradisional di Indonesia, Nuzulul Quran diperingati setiap tanggal 17 Ramadan. Mengacu pada perkiraan kalender hijriah dan awal Ramadan 1447 H yang jatuh pada akhir Februari 2026, berikut adalah estimasi jadwalnya:
Untuk Muhammadiyah berdasarkan Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah tentang hasil hisab Ramadhan, Syawal, dan Zulhijah 1447 Hijriah, awal Ramadhan 1447 H ditetapkan pada Rabu, 18 Februari 2026.
Dengan perhitungan tersebut, maka 17 Ramadhan atau Nuzulul Quran jatuh pada Jumat, 6 Maret 2026.
Malam Nuzulul Quran 2026 menurut pemerintah karena penetapan awal Ramadhan 1447 H yakni pada Kamis, 19 Februari 2026 melalui sidang isbat. Maka malam Nuzulul Quran jatuh pada Sabtu, 7 Maret 2026 (Masuk malam 17 Ramadan 1447 H)
Memahami rahasia di balik malam ini bukan sekadar mengenang sejarah, melainkan tentang menjemput keberkahan dan petunjuk hidup yang abadi.
Nuzulul Quran bermakna "turunnya Al-Quran". Rahasia terbesar dari malam ini adalah transformasi peradaban manusia. Wahyu pertama, Surah Al-Alaq ayat 1-5, diawali dengan perintah "Iqra" (Bacalah).
Ini adalah isyarat bahwa Al-Quran hadir untuk mengeluarkan manusia dari kegelapan (jahiliyah) menuju cahaya ilmu pengetahuan dan tauhid. Makna terdalamnya adalah Al-Quran diturunkan sebagai Asy-Syifa (obat penawar hati) dan Al-Huda (petunjuk) bagi siapa saja yang ingin menemukan jalan pulang kepada Sang Pencipta.
Meskipun peringatan secara seremonial penting, para ulama mengingatkan bahwa esensi utama malam ini adalah meningkatkan interaksi dengan Al-Quran. Berikut adalah beberapa amalan yang dianjurkan:
Membaca Al-Quran: Memperbanyak tilawah dan mencoba memahami terjemahannya.
Itikaf: Berdiam diri di masjid untuk mendekatkan diri kepada Sang Khalik.
Salat Malam: Menghidupkan malam dengan salat Tahajud dan hajat.
Muhasabah: Melakukan evaluasi diri sejauh mana nilai-nilai Al-Quran telah diterapkan dalam perilaku sosial.
Dengan peringatan Nuzulul Quran tahun ini, diharapkan tidak hanya berhenti pada kemeriahan acara, tetapi mampu melahirkan generasi yang memiliki kecerdasan intelektual sekaligus keluhuran budi pekerti sebagaimana yang diajarkan dalam setiap ayat suci Al-Quran.
