Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
alat berat
ilustrasi alat berat (pexels.com/Anamul Rezwan)

Intinya sih...

  • Pemerintah Kabupaten Batang tangani bencana tanah longsor di Desa Pranten dan Desa Rejosari, Kecamatan Bawang.

  • Longsor menutup jalur utama sepanjang 100 meter, mempengaruhi mobilitas warga dan merusak bangunan di wilayah Pranten atas.

  • Prioritas evakuasi adalah jalur menuju SMP Negeri 4 Bawang, dengan perkiraan normalisasi jalan memakan waktu hingga tujuh hari.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Batang, IDN Times – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang tangani bencana tanah longsor yang melumpuhkan akses jalan di Desa Pranten dan Desa Rejosari, Kecamatan Bawang. Dua unit alat berat diterjunkan ke lokasi untuk menyingkirkan material longsor yang menutup jalur utama sejak Senin (26/1/2026).

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Batang, Endro Suryono, menyebutkan bahwa timbunan material di jalur Deles–Rejosari mencapai panjang sekitar 100 meter. Kondisi ini membuat mobilitas warga lumpuh total karena ketebalan tanah yang tidak memungkinkan dievakuasi secara manual.

Selain menutup badan jalan, longsor di wilayah Pranten bagian atas dilaporkan membawa dampak kerusakan bangunan. "Di Pranten atas kondisinya cukup berat. Laporan sementara menyebutkan ada satu hingga dua rumah warga serta satu unit sepeda motor yang tertimbun material," ungkap Endro, Selasa (27/1/2026).

Salah satu prioritas utama evakuasi adalah jalur menuju fasilitas pendidikan. Longsor ini memutus akses penting bagi siswa dan guru menuju SMP Negeri 4 Bawang. Oleh karena itu, dua alat berat dikerahkan secara paralel agar pembersihan sisa material di dua titik lokasi bisa selesai lebih cepat.

Mengingat medan yang sulit dan volume material yang besar, proses normalisasi jalan diperkirakan memakan waktu hingga tujuh hari. Pemkab Batang mengimbau warga untuk tetap waspada dan berhati-hati saat melintas di sekitar area terdampak karena potensi pergerakan tanah susulan masih ada.

Sebagai langkah jangka panjang, Dinas PUPR akan melakukan kajian mendalam terkait tata guna lahan dan konstruksi bangunan di wilayah Bawang. Langkah ini diambil guna memetakan zona rawan serta mengurangi risiko bencana serupa di masa depan, mengingat wilayah tersebut memiliki topografi perbukitan yang curam.

Editorial Team