Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi Deflasi (IDN Times)
Ilustrasi Deflasi (IDN Times)

Intinya sih...

  • Provinsi Jawa Tengah mengalami deflasi 0,35 persen di Januari 2026

  • Kelompok makanan, minuman, dan tembakau sumbang deflasi

  • Pasokan cabai merah dan bawang merah melimpah, inflasi tertinggi di Kota Semarang

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Semarang, IDN Times - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Provinsi Jawa Tengah mengalami deflasi di bulan Januari 2026 sebesar 0,35 persen. Adapun, salah satu penyebab deflasi karena penurunan harga cabai merah

1. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau sumbang deflasi

Ilustrasi pasar tradisional. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Statistisi Ahli Madya BPS Jawa Tengah, Wisnu Nurdiyanto mengatakan, Provinsi Jateng mengalami deflasi sebesar 0,35 persen di bulan Januari 2026 secara bulanan, setelah terjadi inflasi sebesar 0,5 persen di bulan Desember 2025.

‘’Penyumbang terbesar deflasi berdasarkan kelompok pengeluaran berasal dari kelompok makanan, minuman dan tembakau dengan andil 0,51 persen. Ini karena harga cabai merah turun,’’ ungkapnya dalam siaran pers secara daring, Senin (2/2/2026).

Selain itu, kelompok pakaian dan alas kaki serta transportasi juga memberikan andil deflasi di secara bulanan masing-masing 0,02 persen.

2. Pasokan cabai merah dan bawang merah melimpah

Pedagang Cabai merah di Pasar Tradisional. (IDN Times/Feny Maulia Agustin).

Selanjutnya, komoditas yang menyumbang deflasi pada bulan Januari 2026 antara lain cabai merah, bawang merah, daging ayam ras, cabai rawit dan telur ayam ras.

‘’Harga cabai merah dan cabai rawit mengalami penurunan seiring pasokan yang cukup pasca panen di beberapa sentra di Jateng. Bawang merah juga harganya turun sejak Oktober 2025 karena pasokan yang melimpah,’’ terang Wisnu.

Kemudian, lanjut dia, daging ayam dan telur ayam ras juga mengalami penurunan harga karena pasokan yang cukup dan permintaan yang lebih rendah.

Adapun, komoditas yang memiliki andil inflasi bulan Januari 2026 adalah kenaikan harga emas perhiasan yang cukup pesat pada minggu kedua dan keempat bulan lalu. Untuk diketahui, kenaikan harga emas sebagai aset safe haven ini seiring dengan peningkatan harga emas dunia di tengah ketidakpastian ekonomi global.

3. Inflasi tertinggi di Kota Semarang

Ilustrasi inflasi (Foto: IDN Times)

Selain itu, komoditas penyumbang inflasi lainnya, yaitu bawang putih, sepeda motor, beras, dan mobil.

‘’Bawang putih menyumbang inflasi karena keterbatasan pasokan menyusul belum terealisasinya pasokan impor sehingga harganya naik. Kemudian, kenaikan harga sepeda motor dan mobil juga menyumbang inflasi karena terdampak penyesuaian pajak pemerintah. Sedangkan, andil beras dalam inflasi karena ada kenaikan harga beras tertentu akibat terbatasnya pasokan dan belum dimulainya panen di beberapa wilayah,’’ jelasnya.

Sementara pada Januari 2026, inflasi secara tahunan di Jateng sebesar 2,83 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 109,60. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Semarang sebesar 3,29 persen dengan IHK sebesar 108,83 dan terendah terjadi di Kabupaten Wonogiri sebesar 2,30 persen dengan IHK sebesar 110,05.

Editorial Team