Semarang, IDN Times - Provinsi Jawa Tengah beresiko dilanda cuaca ekstrem tepat saat puncak perayaan Imlek 2577 Kongzili. Sebab, selama tiga hari ke depan ada peningkatan awan hujan.
Stasiun BMKG Meteorologi Ahmad Yani Semarang memperkirakan curah hujan dengan intensitas lebat akan terjadi mulai hari ini, Minggu (15/2/2026) sampai Selasa (17/2/2026).
Kepala Stasiun BMKG Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Yoga Sambodo menuturkan cuaca ekstrem muncul lantaran pergerakan angin monsun Asia yang menguat. Ini bisa memicu pertumbuhan awan-awan konvektif lebih cepat dan intens.
"Terdapat belokan dan pertemuan angin di wilayah Jawa Tengah sehingga mengakibatkan meningkatnya pembentukan awan konvektif," ujar Yoga.
Labilitas lokal kuat juga mempengaruhi proses konvektif pada skala lokal diamati di Jawa Tengah.
"Kelembapan udara di berbagai ketinggian cenderung basah sehingga berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan yang menjulang hingga ke lapisan atas," paparnya.
Lebih lanjut, Yoga menyampaikan adanya penguatan monsun Asia mengakibatkan meningkatnya pertumbuhan awan konvektif atau awan Cumulunimbus (awan Cb) yang berpotensi menyebabkan curah hujan lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang di wilayah Jawa Tengah.
Berdasarkan pantauan hasil analisis dinamika atmosfer, beberapa wilayah Jawa Tengah yang perlu diwaspadai memiliki potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang pada periode 15 – 17 Februari 2026 antara lain:
Minggu 15 Februari 2026
Banjarnegara, Banyumas, Boyolali, Brebes, Cilacap, Demak, Jepara, Kebumen,
Klaten, Kab./Kota Magelang, Kab. Pekalongan, Pemalang, Purbalingga, Purworejo, Salatiga, Kab. Semarang, Kab./Kota Tegal, Temanggung, Wonosobo.
Senin 16 Februari 2026
Banjarnegara, Banyumas, Batang, Boyolali, Brebes, Cilacap, Demak, Jepara, Karanganyar, Kebumen, Klaten, Kab./Kota Magelang, Kab./Kota Pekalongan, Pemalang, Purbalingga, Purworejo, Salatiga, Kab. Semarang, Sragen, Surakarta, Kab. Tegal, Temanggung, Wonosobo.
Selasa 17 Februari 2026
Banyumas, Batang, Blora, Boyolali, Brebes, Cilacap, Demak, Jepara, Karanganyar, Kebumen, Kendal, Klaten, Kab./Kota Magelang, Kab./Kota Pekalongan, Pemalang, Purbalingga, Purworejo, Salatiga, Kab./Kota Semarang, Sragen, Kab. /Kota Tegal, Temanggung, Wonogiri, Wonosobo.
Yoga menyarankan warga Jawa Tengah mewaspadai resiko cuaca ekstrem namun tetap tenang.
Untuk potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, dan longsor, katanya warga sebaiknya menjauhi bantaran sungai dan menghindari aktivitas lereng rawan longsor.
"Pemerintah daerah dan pihak terkait agar melakukan upaya mitigasi atau pengurangan risiko bencana, termasuk menyebarluaskan informasi peringatan dini kepada masyarakat," jelasnya.
Masyarakat diharapkan untuk tidak beraktivitas di luar ruangan saat terjadi hujan disertai kilatan petir dan angin kencang, serta menghindari tempat-tempat terbuka, pohon besar, baliho, atau tiang listrik yang berpotensi roboh.
