Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Jika Pasangan Lakukan 6 Hal Ini Saat Marah, Tinggalkan Segera!

Kota Semarang
3 min read
Jika Pasangan Lakukan 6 Hal Ini Saat Marah, Tinggalkan Segera!
ilustrasi marah (freepik.com/jcomp)
  • Konflik hubungan dinilai wajar, tetapi keselamatan fisik dan kesehatan mental menjadi batas mutlak ketika kemarahan pasangan memicu rasa terancam.

  • Tindakan berbahaya mencakup kekerasan fisik, ancaman terhadap diri, keluarga, hewan peliharaan, atau diri sendiri, serta perusakan barang pribadi sebagai intimidasi.

  • Hinaan verbal, gaslighting, dan silent treatment yang dijadikan hukuman emosional disebut sebagai bentuk manipulasi; korban dianjurkan segera pergi dan mencari bantuan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Beda pendapat atau adu mulut sama pasangan memang hal yang wajar dalam sebuah hubungan. Namun, apa jadinya kalau kemarahan pasangan justru bikin kamu merasa terancam dan ketakutan? Sayangnya, banyak orang terjebak memaklumi perilaku kasar pasangannya dengan alasan "dia lagi emosi aja" atau "nanti juga bakal minta maaf lagi."

Padahal, psikologi hubungan punya batasan yang sangat tegas soal konflik. Ada garis batas mutlak yang kalau sampai dilewati, tandanya hubungan tersebut sudah sangat toxic dan berbahaya. Buat kamu yang lagi bingung menilai sikap pasangan, waspadai enam tindakan ini. Jika dia melakukannya saat marah, tinggalkan detik itu juga!

  1. 1. Melakukan Kekerasan Fisik Sekecil Apa Pun

    wanita sedang marah (pexels.com/@alex green)
    wanita sedang marah (pexels.com/@alex green)

    Jangan pernah berkompromi dengan kekerasan fisik. Entah itu sekadar mendorong, menampar, memukul, mencekik, atau bahkan melempar barang ke arah kamu.

    Banyak yang memilih bertahan karena dalih "baru pertama kali terjadi" atau "dia nggak sengaja". Padahal, ini adalah batasan mutlak yang tidak bisa ditawar. Sekali garis batas ini dilanggar, keselamatan nyawa kamu sudah berada dalam risiko yang sangat besar.

  2. 2. Mengancam Keselamatan dan Nyawa

    ilustrasi pasangan marah. (pexels.com/RODNAE Productions)
    ilustrasi pasangan marah. (pexels.com/RODNAE Productions)

    Saat emosinya memuncak, apakah dia mulai melontarkan ancaman? Hati-hati, mengancam akan menyakiti kamu, keluarga, atau bahkan hewan peliharaan kesayangan bukanlah sekadar gertakan sambal belaka.

    Terkadang, ancaman ini juga bisa berupa manipulasi ekstrem, seperti mengancam akan menyakiti dirinya sendiri kalau kamu tidak menuruti kemauannya. Ini adalah bentuk kontrol emosional yang sangat berbahaya dan menekan mental.

  3. 3. Sengaja Merusak Barang Berharga Pribadi

    Ilustrasi marah (pexels.com/Philip Justin Mamelic)
    Ilustrasi marah (pexels.com/Philip Justin Mamelic)

    Kemarahan yang dilampiaskan dengan cara menghancurkan barang-barang milikmu secara sengaja adalah bentuk murni dari intimidasi. Apalagi jika barang yang dihancurkan memiliki nilai emosional atau materi yang sangat berarti buat kamu.

    Tindakan merusak barang pribadi bertujuan untuk menanamkan rasa takut dan menunjukkan dominasi kekuasaan. Ini adalah sinyal jelas bahwa dia sudah tidak mampu mengendalikan emosi destruktifnya sendiri.

  4. 4. Melontarkan Hinaan Verbal yang Menjatuhkan

    ilustrasi marah (unsplash.com/Steve Ding)
    ilustrasi marah (unsplash.com/Steve Ding)

    Kekerasan tidak melulu soal luka memar di kulit. Menggunakan kata-kata kasar, makian, hingga sengaja membongkar trauma masa lalu untuk menjatuhkan kamu saat berargumen adalah bentuk kekerasan emosional (verbal abuse) yang parah.

    Pasangan yang sehat akan berdebat untuk mencari titik temu dan solusi. Sebaliknya, pasangan toxic melontarkan hinaan verbal murni untuk menghancurkan harga dirimu dan memuaskan ego sesaat.

  5. 5. Memutarbalikkan Fakta Ekstrem (Gaslighting)

    ilustrasi pria marah (pexels.com/@alex-green)
    ilustrasi pria marah (pexels.com/@alex-green)

    Pernahkah kamu disalahkan atas kemarahan atau tindakan kasar yang justru dia lakukan? Teknik manipulasi dengan memutarbalikkan fakta hingga membuat korban merasa bersalah ini dikenal luas dengan istilah gaslighting.

    Ini adalah bentuk manipulasi psikologis tingkat tinggi. Dia akan melakukan victim-blaming, membuat kamu merasa bahwa perilaku kasarnya adalah respons wajar atas kesalahan yang kamu buat. Tujuannya agar kamu kehilangan kepercayaan pada diri sendiri.

  6. 6. Silent Treatment Sebagai Bentuk Hukuman

    ilustrasi pasangan marah (pexels.com/@rodnae-prod)
    ilustrasi pasangan marah (pexels.com/@rodnae-prod)

    Mengambil waktu sejenak untuk mendinginkan kepala alias time out memang disarankan saat bertengkar. Namun, mendiamkan berhari-hari tanpa kejelasan alias silent treatment adalah perkara yang jauh berbeda.

    Jika dia sengaja memutus komunikasi hanya sebagai bentuk hukuman emosional agar kamu merasa menderita, cemas, dan akhirnya memohon ampun, itu adalah pertanda hubungan kalian sudah sangat tidak sehat dan manipulatif.

    Menjaga keselamatan fisik dan kewarasan mental adalah prioritas utama dalam menjalin komitmen apa pun. Kalau si dia sudah menunjukkan tanda-tanda bahaya di atas, segera ambil langkah tegas atau cari bantuan dari kerabat terdekat dan lembaga perlindungan.

    Menurutmu, perilaku apalagi sih yang pantang banget dimaafkan saat berantem sama pasangan? Yuk, share pandangan dan pengalaman kamu di kolom komentar!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More