Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
idntimes.com
Peristiwa tumbukan KA Gajayana va truk tronton di Kebumen pada Selasa malam, kini perlintasan sebidang kembali menjadi sorotan, Rabu (28/1/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno)

Intinya sih...

  • Perjalanan kereta terhambat lebih dari 5 jam

  • Tingginya risiko kecelakaan perlintasan sebidang

  • 21 perjalanan kereta alami keterlambatan, termasuk KA Gajayana

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kebumen, IDN Times – Insiden tertempernya KA (35) Gajayana oleh sebuah truk di perlintasan sebidang JPL 582, petak jalan Prembun - Kutowinangun, Kebumen, Selasa (27/1/2026) malam, tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga memicu gangguan serius terhadap layanan transportasi kereta api di lintas selatan Jawa.

Peristiwa ini kembali membuka persoalan klasik keselamatan di perlintasan sebidang yang masih rawan kecelakaan. Benturan yang terjadi sekitar pukul 21.32 WIB mengakibatkan jalur hulu rel tidak dapat dilalui, memaksa KAI melakukan penghentian sementara perjalanan kereta api di lintasan tersebut.

1. Dampaknya, 5 jam lebih perjalanan kereta terhambat

Bagian kepala truk yang tertumbuk kereta api Gajayana di Prembun - Kutowinangun, Kebumen, Rabu (28/1/2026).(IDN Times/Tangkapan layar)

Selama proses evakuasi rangkaian dan penanganan prasarana, arus perjalanan kereta mengalami hambatan selama lebih dari lima jam dan dampaknya bersifat sistemik. Sebanyak 21 perjalanan kereta api mengalami keterlambatan, mulai dari kereta eksekutif hingga kereta tambahan (PLB).

Keterlambatan tidak hanya terjadi pada satu stasiun, tetapi merambat ke berbagai daerah tujuan, memengaruhi jadwal kedatangan penumpang di kota-kota besar seperti Yogyakarta, Solo, Bandung, hingga Jakarta.

Beberapa kereta dengan keterlambatan signifikan antara lain KA Turangga (74 menit), PLB Manahan (71 menit), KA Gajayana (67 menit), serta KA Bima dan Malabar yang masing-masing tertunda lebih dari 40 menit. Kondisi ini berdampak pada penumpang yang memiliki jadwal lanjutan, kepentingan pekerjaan, hingga perjalanan darurat.

2. Tingginya risiko kecelakaan perlintasan sebidang

Perlintasan sebidang kembali menjadi sorotan karena masih memiliki risiko tinggi terjadinya kecelakaan kereta api, Rabu (28/1/2026).(IDN Times/Dok. Cokie Sutrisno)

Meski seluruh penumpang dan awak KA Gajayana dipastikan selamat, insiden ini menelan satu korban jiwa, yakni pengemudi truk. Selain itu, petugas penjaga perlintasan mengalami luka dan harus mendapatkan penanganan medis. KAI Daop 5 Purwokerto menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya pengemudi truk.

KAI menegaskan bahwa kecelakaan di perlintasan sebidang tidak hanya berdampak pada sarana transportasi, tetapi juga meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat sekitar.

Peristiwa di JPL 582 kembali menyoroti tingginya risiko kecelakaan di perlintasan sebidang, khususnya yang masih dilalui kendaraan berat seperti truk. Meski rambu dan penjaga telah tersedia, pelanggaran lalu lintas dan kurangnya disiplin pengguna jalan kerap menjadi pemicu kecelakaan fatal.

KAI mengimbau pengguna jalan untuk selalu mengutamakan perjalanan kereta api, mematuhi rambu, dan tidak memaksakan melintas saat sinyal peringatan aktif. Imbauan ini bukan semata soal keselamatan individu, tetapi juga untuk mencegah gangguan luas terhadap transportasi publik yang melayani ribuan orang setiap harinya.

Hingga kini, kronologi lengkap dan penyebab pasti insiden masih menunggu hasil pemeriksaan resmi dari pihak berwenang. Temuan tersebut diharapkan dapat menjadi dasar evaluasi, baik dari sisi keselamatan perlintasan, pengawasan lalu lintas, maupun langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.

3. Data lengkap 21 perjalanan kereta yang alami keterlambatan

KAI Daop 5 Purwokerto menyebut akibat peristiwa kecelakaan KA Gajayana vs truk di Kebumen, 21 perjalanan kereta api alami keterlambatan, Rabu (28/1/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno)

KAI Daop 5 Purwokerto kembali mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar selalu mengutamakan perjalanan kereta api saat melintasi perlintasan sebidang, mematuhi rambu-rambu, serta mengikuti aturan lalu lintas demi keselamatan bersama.

Sebagai dampak dari insiden tersebut, sebanyak 21 perjalanan kereta api mengalami keterlambatan, yaitu:

- KA 35 Gajayana: 67 menit

- KA 45 Taksaka: 24 menit

- PLB 105B Gajahwong: 33 menit

- KA 15 Argo Dwipangga: 40 menit

- KA 8 Bima: 40 menit

- KA 149 Singasari: 28 menit

- KA 12 Turangga: 57 menit

- KA 71 Mutiara Selatan: 28 menit

- PLB 252B Jayakarta: 46 menit

- KA 157 Wijayakusuma: 51 menit

- KA 68 Malabar: 43 menit

- KA 67 Malabar: 60 menit

- KA 36 Gajayana: 33 menit

- KA 7 Bima: 54 menit

- PLB 104B Bogowonto: 44 menit

- PLB 7005 Batavia: 64 menit

- PLB 80B Lodaya: 54 menit

- PLB 63B Manahan: 71 menit

- PLB 108B Senja Utama YK: 63 menit

- KA 11 Turangga: 74 menit

- KA 72 Mutiara Selatan: 41 menit

Editorial Team