Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kalijambe Sering Laka Maut, PUPR Jateng Bikin Jalur Penyelamat Rp19 M
Polisi berjaga di lokasi kecelakaan truk tronton bermuatan pasir tabrak mobil angkutan umum di jalan turunan Magelang-Purworejo Desa Kalijambe, Bener, Purworejo, Jawa Tengah, Rabu (7/5/2025). (ANTARA FOTO/Anis Efizudin)
  • Pemerintah Jawa Tengah melalui DPUPR menyiapkan proyek jalur penyelamat di turunan Jalan Kalijambe Purworejo senilai Rp19 miliar untuk mengurangi kecelakaan maut yang sering terjadi.
  • Proyek ini merupakan tindak lanjut dari rekomendasi pasca kecelakaan fatal pada Mei 2025 dan menjadi bagian dari 14 paket pengerjaan jalan di bidang bina marga.
  • Proses lelang dijadwalkan berlangsung April 2026, dengan pelaksanaan pekerjaan lapangan dimulai sekitar Mei atau paling lambat Juni 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Semarang, IDN Times - Kejadian kecelakaan maut yang kerap muncul di ruas Jalan Kalijambe Purworejo rupanya mulai diantisipasi tahun ini. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menyatakan memasuki April 2026, ada pengerjaan lelang proyek pembuatan jalur penyelamat di turunan Jalan Kalijambe. 

Kepala PUPR Jateng, Henggar Budi Anggoro mengatakan proyekproyek pembuatan jalur penyelamat di Kalijambe dianggarkan senilai Rp19 miliar. 

"Jadi pembuatan jalur penyelamat Kalijambe dimaksudkan bisa mengurangi kecelakaan yang sering terjadi di sana. Lokasi pembuatannya tepat di tikungan yang menurun di ruas jalan raya Kalijambe. Soalnya disitu kan sering ada insiden," tutur Henggar, di kantornya Jalan Madukoro Semarang, Kamis (2/4/2026). 

Khusus jalur penyelamat Kalijambe, tempatnya di Jalan Purworejo–Magelang, Desa Kalijambe, Kecamatan Bener, merupakan tindak lanjut dari rekomendasi pasca kecelakaan maut yang terjadi pada 7 Mei 2025. 

Pembuatan jalur penyelamat di Kalijambe, katany menjadi salah satu dari 14 paket proyek pengerjaan jalan. 

Nilai proyek pengerjaan jalan yang besar ialah perbaikan Jembatan Bengkeng Klaten senilai Rp22 miliar. Selain itu proyek pekerjaan jalan lainnya memiliki nilai proyek Rp3-Rp7 miliar. 

"Proses tender baru persiapan. Namun sudah muncul semua paket yang sifatnya peningkatan dan pemeliharaan, ada 14 paket di bidang bina marga," urainya. 

Meski pengerjaannya bisa bebarengan, lelang atau tender dilakukan secara bertahap. Ia memprakirakan, peningkatan maupun pemeliharan paling cepat dimulai sekitaran bulan Mei 2026. 

"April sedang lakukan proses tender, Mei atau paling lambat Juni, pelaksanaan pekerjaan lapangan," terangnya.

Editorial Team