Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kemenko Pangan Bersiap Tetapkan Aturan 2 Menu MBG Bahan Ikan
Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan), Dandy Satria Iswara berbicara dengan perwakilan DKP Banyumas. (IDN Times/Fariz Fardianto)
  • Kemenko Pangan tengah menyiapkan aturan penggunaan bahan baku ikan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara nasional, menunggu terbitnya Peraturan Presiden yang akan mengatur dua menu ikan per minggu.
  • Penggunaan bahan ikan dilakukan bertahap agar nelayan siap memenuhi pasokan, dengan prioritas pada produk lokal seperti lele dan nilasalin serta pengawasan ketat dari dinas terkait.
  • Lima kampung nelayan Merah Putih di Jateng disiapkan sebagai pemasok utama bahan ikan, sementara DKP Pekalongan dorong sinergi dengan SPPG untuk olahan ikan bergizi bagi siswa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Semarang, IDN Times - Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan) sedang ancang-ancang menetapkan aturan penggunaan bahan baku ikan untuk pelaksanaan makan bergizi gratis (MBG) di seluruh Indonesia.

Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan), Dandy Satria Iswara mengatakan, penggunaan bahan baku ikan nantinya diberlakukan secara merata ketika sudah terbit Peraturan Presiden (Perpres). 

"Ke depan kalau ada Peraturan Presiden (Perpres) keluar, dalam waktu dekat dalam beberapa bulan lagi bisa (memakai) dua ikan dalam seminggu," kata Dandy di sela kegiatan penandatangan kerjasama antara Dibawa Kelautan dan Perikanan Provinsi dan 35 Kabupaten/kota Di Gradhika Bakti Praja Semarang, Senin (13/4/2026).

Tercatat di Jateng baru ada tiga sampai lima SPPG yang mulai menggunakan bahan ikan untuk MBG. 

Beberapa SPPG mendapat respon yang bagus dari warga bahkan SPPG Klaten terkadang kehabisan stok bahan ikan karena permintaan masyarakat yang tinggi.

"Banyak SPPG kita yang sudah sadar kalau banyak hasil perikanan bagus bagus proteinnya tinggi. Maka cocok untuk diolah jadi bahan baku MBG. Maka kami imbau semua SPPG secara konstan memasukan menu bahan ikan ke dalam MBG," lanjutnya.

Oleh sebab itulah, ia bilang penggunaan bahan baku ikan juga akan dilakukan perlahan. Hal ini bertujuan agar para nelayan tidak kaget ketika diminta memenuhi pasokan bahan baku ikan untuk kebutuhan di dapur SPPG.

Pemilihan ikan pun, katanya dilakukan sesuai hasil produk lokal. Sebagai contoh ikan yang digunakan bisa dari lele maupun nilasalin.

"Kalau Perpres disetujui maka pelan-pelan kita pakai MBG bahan ikan dari produk lokal biar nelayan tidak kaget. Jadi secara perlahan," ujarnya.

Pasokan bahan ikan juga dilakukan dari kampung nelayan Merah Putih

Sebagai upaya menghindari resiko keracunan yang dialami para siswa, pihaknya mengklaim nanti membangun bioflok untuk memperbanyak budidaya ikan lele dan ikan nilasalin.

Pihaknya berjanji membangun rantai pasok dingin untuk menampung ikan yang ditangkap di laut maupun hasil budidaya yang disertai proses pengawasan dari dinas terkait.

"Maka ada bebrapa yang sudah berhasil. Kesehatan itu dipantau terus sama teman-teman dinas," terangnya.

Di samping itu, bahan baku ikan diharapkan bisa dipasok dari kampung nelayan Merah Putih yang mana saat ini telah dibangun di lima kabupaten antara lain Kabupaten Jepara, Kabupaten Pati, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Purworejo serta Kabupaten Rembang.

"Di Jateng ada lima kampung nelayan Merah Putih sudah dibangun di Pati, Jepara, Purworejo, Rembang, Kebumen. Dan dibangun bioflok untuk budidaya ikan nilasalin ikan lele," bebernya.

Terpisah, Nur Isnaini, Penyuluh Perikanan dari DKP Kota Pekalongan mengharapkan sinergi dengan SPPG bisa secepatnya terwujud agar pelaksanaan MBG di Kota Pekalongan dapat menggunakan bahan baku ikan.

Sebagai contoh mitra DKP Kota Pekalongan kini bisa mengolah ikan jadi bestik, siomay, nugget dan banyak camilan.

"Karena potensinya besar sekali di tempat kami. Kami punya mitra UMKM yang bisa mengolah ikan menjadi makanan yang enak-enak buat anak sekolah. Ketimbang anak-anak jajan, mending di sekolah dibuatkan bakso ikan, siomay, kerupuk atau camilan dari bahan ikan. Gizinya pasti bagus buat mereka," tuturnya.

Editorial Team