Ilustrasi sejumlah warga melaksanakan Shalat Tarawih. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
Berikut adalah tata cara pelaksanaan salat tarawih sesuai sunah, baik secara berjemaah maupun sendiri (munfarid):
1. Bacaan Niat Salat Tarawih Niat dilakukan di dalam hati sebelum takbiratulihram.
2. Formasi Jumlah Rakaat Sesuai anjuran umum di Indonesia, tarawih dilakukan dengan pola dua rakaat satu salam.
3. Rukun dan Gerakan Salat Secara teknis, rukun tarawih sama dengan salat fardu:
Takbiratulihram.
Membaca doa ikftitah (sunah).
Membaca surah Al-Fatihah (wajib).
Membaca surah pendek Al-Qur'an (sunah, disarankan berurutan).
Rukuk, iktidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan tahiyat akhir.
Salam.
4. Amalan Tambahan Sela Rakaat Di sela-sela setiap dua rakaat, biasanya bilal akan melantunkan selawat atau pujian kepada Khulafaur Rasyidin. Meskipun tidak wajib, hal ini menjadi tradisi baik untuk menjaga kekhusyukan.
5. Doa Kamilin dan Salat Witir Setelah menyelesaikan seluruh rakaat tarawih (sebelum atau sesudah witir), disunahkan membaca Doa Kamilin untuk menyempurnakan pahala. Rangkaian ibadah ini wajib ditutup dengan salat witir (rakaat ganjil). Umumnya, witir dilakukan sebanyak tiga rakaat dengan pola dua kali salam (dua rakaat salam, lalu satu rakaat salam) atau langsung tiga rakaat dengan satu salam.