Jumpa pers Pembukaan Konvensi Perhumas di Kota Solo. (IDN Times/Larasati Rey)
Sementara itu dikesempatan yang sama, Ketua BPC Perhumas Surakarta, Andre Rahmanto mengatakan konvensi ini membahas bergai hal, ada enam sesi pada hari pertama. Sejumlah topik yang dibahas meliputi narasi kebangsaan di era polarisasi, kolaborasi organisasi profesi, serta integrasi humas di era kecerdasan buatan generatif.
Forum ini juga membahas penanganan komunikasi pada masa awal krisis melalui sesi bertajuk Golden Hour Crisis Information.
Berbagai sesi tersebut menghadirkan pembicara dari institusi pemerintah, korporasi, organisasi profesi, dan industri media. Pertemuan lintas bidang ini diharapkan memperluas ruang kolaborasi bagi praktisi komunikasi.
Hari kedua disiapkan dengan fokus pada Perhumas Muda melalui empat sesi diskusi. Topiknya mencakup “Dari Clickbait ke Aksi Berdampak”, “Bangkit dari Blunder Komunikasi”, “Estafet Kepemimpinan PR Masa Depan”, serta “Menghidupkan Data Menjadi Narasi”.
Penyelenggara menjadwalkan kehadiran pembicara dari kalangan kreator konten, pelaku industri, pemerintahan, dan praktisi komunikasi untuk berbagi pengalaman.
Selain diskusi, hari kedua juga akan diisi pengumuman pemenang kompetisi Perhumas Muda. Terdapat dua kategori yang dipertandingkan, yakni Strategic PR dan Creative PR.