Banyumas, IDN Times – Merantau dari Garut, Jawa Barat, ke Purwokerto, Jawa Tengah, Kayah tak menyangka usaha kerupuk yang dirintisnya sejak 2004 bisa berkembang hingga menjangkau sejumlah daerah di wilayah Eks-Karesidenan Banyumas.
Dengan modal awal sekitar Rp20 juta, ibu rumah tangga ini perlahan membangun usaha dari Desa Sokaraja Kulon, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas. Dari berjualan secara keliling, produknya kini memiliki pelanggan di Banyumas, Purbalingga, Cilacap, hingga Banjarnegara.
Perjalanan Kayah tentu tidak selalu mulus. Kenaikan harga bahan baku membuat kapasitas produksinya harus dikurangi. Meski begitu, ia memilih tetap bertahan karena usaha tersebut bukan hanya menjadi sumber penghasilan keluarga, tetapi juga memberikan pekerjaan bagi warga sekitar.
