Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kolab Festival Budaya Soetedja dan Banyumas Aesthetic Siap Digelar, Cek Jadwalnya

Kab. Banyumas
3 min read
Kolab Festival Budaya Soetedja dan Banyumas Aesthetic Siap Digelar, Cek Jadwalnya
Kolaborasi festival Taman Budaya Soetedja dan Banyumas Aesthetic bertajuk Serayu Mendayu #3 yang dijadwalkan berlangsung pada 21–25 Oktober 2026 di Purwokerto, Selasa (13/10/2026).(IDN Times/Foto : Dok. Festival tahun 2025)
  • Festival Taman Budaya Soetedja dan Banyumas Aesthetic berkolaborasi lewat Serayu Mendayu #3 pada 21–25 Oktober 2026 di Purwokerto, sebagai tahap awal menuju satu agenda pada 2027.

  • Penyelenggara memilih masa transisi karena kedua festival sebelumnya memiliki identitas dan basis penonton berbeda; nama tunggal untuk 2027 belum diumumkan.

  • Didukung Pemkab Banyumas, rangkaian acara menghadirkan tari Lengger, sendratari, musik, pameran seni rupa, teater, lokakarya budaya, dan stand-up comedy.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Banyumas, IDN Times – Dua festival kesenian di Kabupaten Banyumas mulai diarahkan menjadi satu agenda besar pada 2027. Langkah awalnya dilakukan melalui Kolaborasi festival Taman Budaya Soetedja dan Banyumas Aesthetic bertajuk Serayu Mendayu #3 yang dijadwalkan berlangsung pada 21–25 Oktober 2026 di Purwokerto.

Penyatuan tersebut menjadi perhatian penyelenggara karena kedua festival selama ini berjalan secara terpisah dan memiliki karakteristik serta kelompok penonton berbeda. Festival tahun ini sekaligus menjadi ajang memperkenalkan konsep kolaborasi sebelum nantinya diharapkan memiliki satu identitas.

Panitia Banyumas Aesthetic Soetedja, Bagus Satria mengungkapkan rencana tersebut dalam konferensi pers di Kantor Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas, Selasa (13/10/2026).

"Harapannya mudah-mudahan itu akan jadi satu nama yang satu pada 2027 dan pada 2026 ini akan lebih diperkenalkan lebih dulu karena massanya berbeda,"kata Bagus.

  1. 1. Tahun 2026 jadi masa transisi menuju satu nama festival

    Bagus Satria dari panitia Banyumas Aesthetic Soetedja membahas pengenalan publik atas kolaborasi dua festival.
    Panitia Banyumas Aesthetic Soetedja, Bagus Satria (kaos putih) sebut momentum membangun pengenalan publik terhadap kolaborasi kedua festival, Selasa (14/10/2026).(IDN Times/Foto : Dok. Akhna)

    Kolaborasi Festival Taman Budaya Soetedja dan Banyumas Aesthetic menjadi langkah awal untuk mempertemukan dua kegiatan kesenian yang sebelumnya memiliki identitas masing-masing.

    Menurut Bagus, perbedaan kelompok penonton menjadi salah satu pertimbangan mengapa penyatuan tidak langsung dilakukan tahun ini. Penyelenggara memilih memperkenalkan konsep kolaborasi terlebih dahulu sebelum menargetkan penggunaan satu nama pada 2027.

    Dengan demikian, penyelenggaraan 2026 tidak hanya berfokus pada pertunjukan, tetapi juga menjadi momentum membangun pengenalan publik terhadap kolaborasi kedua festival.

    Rencana tersebut masih berupa harapan penyelenggara, sementara nama festival yang akan digunakan pada 2027 belum diumumkan.

  2. 2. Dua festival sebelumnya terpisah, sama-sama dibiayai Pemkab Banyumas

    Djarot C. Setyoko, Sekretaris Dewan Kesenian Kabupaten Banyumas, saat diwawancarai pada Selasa, 13 Oktober 2026.
    Sekretaris Dewan Kesenian Kabupaten Banyumas (DKKB), Djarot C. Setyoko, Selasa (13/10/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno)

    Sekretaris Dewan Kesenian Kabupaten Banyumas (DKKB), Djarot C. Setyoko, menjelaskan bahwa Festival Taman Budaya Soetedja dan Banyumas Aesthetic merupakan dua kegiatan yang sebelumnya diselenggarakan secara terpisah.

    Meski memiliki penyelenggaraan berbeda, keduanya sama-sama memperoleh dukungan pembiayaan dari Pemerintah Kabupaten Banyumas melalui Dinporabudpar.

    Kolaborasi tahun ini mempertemukan kedua festival dalam satu rangkaian kegiatan yang mengakomodasi berbagai bentuk ekspresi seni.

    Rangkaian pertunjukan yang disiapkan mencakup seni tradisional Banyumas, seperti tari Lengger dan sendratari yang mengangkat cerita lokal, hingga pertunjukan musik kolaboratif, pameran seni rupa, teater, lokakarya kebudayaan, dan stand-up comedy.

    Keberagaman agenda tersebut menjadi daya tarik bagi masyarakat sekaligus memperlihatkan pertemuan antara kesenian tradisional dan kreativitas kontemporer.

  3. 3. Kolaborasi berlangsung lima hari, jadi panggung seni lintas genre

    Poster Festival Taman Budaya Soetedja x Banyumas Aesthetic bertajuk Serayu Mendayu #3 yang dijadwalkan berlangsung lima hari.
    Festival Taman Budaya Soetedja x Banyumas Aesthetic dengan tajuk Serayu Mendayu #3 dijadwalkan berlangsung selama lima hari, Selasa (13/10/2026).(IDN Times/Tangkapan layar)

    Festival Taman Budaya Soetedja x Banyumas Aesthetic dengan tajuk Serayu Mendayu #3 dijadwalkan berlangsung selama lima hari, mulai Rabu (21/10/2026) hingga Minggu (25/10/2026).

    Seluruh rangkaian utama dipusatkan di Taman Budaya Soetedja atau Gedung Kesenian Soetedja, Jalan Pancurawis, Karanganyar, Purwokerto Kidul, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas.

    Perpaduan seni pertunjukan, karya visual, musik, dan komedi memberikan pilihan tontonan bagi berbagai kelompok pengunjung. Festival juga menjadi ruang bagi seniman dan komunitas budaya lokal untuk memperkenalkan karya mereka kepada masyarakat.

    Terkait harga tiket, belum ada informasi resmi yang dapat dipastikan untuk penyelenggaraan 2026. Namun, kegiatan serupa pada tahun-tahun sebelumnya umumnya memberikan akses gratis bagi masyarakat.

    Melalui kolaborasi tahun ini, penyelenggara berharap dua festival yang memiliki basis penonton berbeda dapat semakin dikenal sebagai bagian dari satu agenda kebudayaan Banyumas, sebelum rencana penyatuan nama diwujudkan pada 2027.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More