Kudus, IDN Times – Kabar melegakan datang dari perkembangan kesehatan siswa SMAN 2 Kudus. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kudus mencatat, mayoritas siswa yang sempat dilarikan ke rumah sakit akibat dugaan keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) kini telah dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing.
Hingga Senin (2/2/2026), jumlah pasien yang masih memerlukan perawatan medis telah menyusut drastis.
Sekretaris Dinkes Kudus, Nuryanto, mengungkapkan bahwa dari ratusan korban, kini hanya tersisa lima siswa yang masih menjalani rawat inap di beberapa rumah sakit. "Per Minggu sore ada lima anak. Kondisi lainnya sudah membaik dan sudah pulang. Hari ini kami terus melakukan pemutakhiran data karena kemungkinan jumlah tersebut kembali berkurang," ujarnya melansir dari Antara.
Lima siswa yang masih dirawat tersebut tersebar di empat fasilitas kesehatan berbeda guna mendapatkan penanganan intensif: RSUD Loekmono Hadi: Tersisa 1 siswa (dari total sebelumnya 18 siswa). RS Islam Sunan Kudus: 1 siswa (dari total sebelumnya 7 siswa). RS Mardi Rahayu: 1 siswa (dari total sebelumnya 3 siswa). RS Sarkies Aisyiyah: 1 siswa.
Sebagai pengingat, insiden yang terjadi pada Kamis (29/1) lalu mengakibatkan 131 siswa mengalami gejala mual, muntah, dan pusing kepala. Setelah dilakukan pemeriksaan medis, sebanyak 47 siswa di antaranya harus menjalani rawat inap karena kondisi yang memerlukan pengawasan ketat.
Langkah cepat Pemkab Kudus yang berkolaborasi dengan TNI dan Polri dalam pengerahan armada ambulans saat kejadian dinilai sangat efektif dalam mencegah dampak yang lebih fatal. Penanganan medis yang dilakukan secara maraton di tujuh rumah sakit rujukan kini telah membuahkan hasil dengan pulihnya kondisi fisik para siswa.
Saat ini, pihak berwenang masih menunggu hasil laboratorium final terkait sampel makanan guna mengevaluasi standar penyediaan program Makan Bergizi Gratis ke depannya.
