Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kronologi Siswa SD Tewas Tertimpa Patung di Museum Ronggowarsito
Sebuah patung gupolo terlihat terpasang di Museum Ronggowarsito Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)
  • Seorang siswa SD bernama AF meninggal dunia setelah tertimpa patung hiasan di halaman belakang Museum Ronggowarsito Semarang saat kegiatan wisata edukasi bersama sekolahnya.
  • AF sempat dievakuasi dalam keadaan sadar dan dirawat di RS Colombia Asia, namun keesokan harinya dinyatakan meninggal dunia akibat luka benturan di bagian pelipis.
  • Pihak museum langsung memeriksa ulang seluruh patung dan memindahkan yang dianggap rawan untuk memastikan keamanan pengunjung setelah insiden tragis tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Semarang, IDN Times – Sebuah kejadian tragis menimpa seorang siswa kelas II SDN Bergas Lor berinisial AF. Niat hati ingin menikmati tur wisata di Museum Ronggowarsito Semarang, bocah malang tersebut justru kehilangan nyawa setelah tertimpa patung hiasan di halaman belakang museum pada Senin lalu.

Kejadian yang berlangsung cepat ini menyisakan duka mendalam bagi rombongan sekolah dan pihak pengelola museum. Berikut kronologi lengkap peristiwa nahas tersebut.

Peristiwa ini bermula saat AF bersama rombongan sekolahnya mengikuti kegiatan wisata edukasi. AF didampingi oleh sang nenek untuk menjajal pengalaman naik bus tumpuk wisata ikonik Semarang, "Denok Kenang".

Sebelum perjalanan bus dimulai, rombongan sempat singgah di Museum Ronggowarsito. Saat itulah AF terlihat sangat antusias dan berlari menuju area halaman belakang museum.

Kepala Museum Ronggowarsito, Agung Nugroho, menjelaskan bahwa korban berlari ke ujung halaman untuk bermain di sekitar taman. Di lokasi tersebut, terdapat sebuah patung petani berwarna hitam yang menjadi hiasan luar ruangan.

"Anak itu melihat patung di ujung halaman belakang museum. Terus naik-naik di sana, manjat, gandulan di situ. Tiba-tiba dia terjatuh bersama patungnya dan menimpa anak tersebut," jelas Agung saat dikonfirmasi, Rabu (13/5/2026).

Sesaat setelah kejadian, pegawai museum dan nenek korban langsung memberikan pertolongan. Saat dievakuasi dari bawah patung, kondisi AF dilaporkan masih dalam keadaan sadar dan berada dalam pangkuan sang nenek.

Meski terlihat ada luka di bagian pelipis akibat benturan saat terjatuh, AF masih bisa diajak berkomunikasi. Ia pun segera dilarikan oleh pihak museum ke RS Colombia Asia untuk mendapatkan perawatan medis darurat.

Setelah sempat mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit, kabar duka justru datang keesokan harinya. AF dinyatakan meninggal dunia di RS Colombia Asia. Kabar ini mengejutkan pihak museum karena pada saat evakuasi awal, kondisi korban terlihat cukup stabil.

"Besok paginya dapat informasi anaknya meninggal. Pada saat kejadian memang terlihat ada luka di pelipis karena terjatuh," tambah Agung.

Menanggapi tragedi ini, pihak Museum Ronggowarsito langsung bergerak melakukan pemeriksaan terhadap seluruh patung koleksi, terutama yang berada di area publik. Agung menyebut patung petani tersebut sebenarnya dalam kondisi fisik yang baik dan tidak keropos.

Namun, diduga karena beban berlebih saat dipanjat, keseimbangan patung menjadi tidak stabil hingga akhirnya roboh. Saat ini, patung-patung yang dianggap rawan telah dipindahkan, dan aset-aset besar lainnya sedang diperiksa ulang demi menjamin keselamatan pengunjung ke depan.

Editorial Team