Semarang, IDN Times - Sebanyak empat kapal milik PT Dharma Lautan Utama (DLU) menjalani pemeriksaan uji petik di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang untuk persiapan layanan Lebaran 2026.
Pelaksanaan uji petik kapal DLU dilakukan tim Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjung Emas.
Kepala Subdirektorat Pencegahan Pencemaran dan Manajemen Keselamatan Kapal (PMKK) Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) Kemenhub, Miftahul Hadi, menuturkan uji petik kapal punya peran vital sebagai instrumen pengawasan langsung terhadap kelaiklautan kapal.
"Untuk pemeriksaan terhadap fungsi dan keandalan alat-alat navigasi kapal menjadi fokus utama. Ini karena peralatan navigasi merupakan faktor krusial dalam mencegah kecelakaan pelayaran dan menjamin keselamatan jiwa di laut," ujar Hadi, Jumat (30/1/2026).
Ia bilang setiap kegiatan uji petik perlu mengacu Instruksi Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor 1 Tahun 2026 tentang uji petik kelaiklautan kapal penumpang angkutan lebaran tahun 2026.
Selain itu, pihaknya menuturkan seluruh kapal penumpang dan Roro yang akan melayani masyarakat pada masa puncak arus mudik dan balik Lebaran harus berada dalam kondisi laik laut, aman, dan memenuhi seluruh persyaratan keselamatan pelayaran.
Kepala Bidang Status Hukum dan Sertifikasi Kapal (SHSK) Kantor KSOP Kelas I Tanjung Emas, Dimyati, menyampaikan uji petik merupakan langkah antisipatif dan preventif dalam rangka menjaga standar keselamatan pelayaran.
Menurutnya, dengan memastikan seluruh peralatan navigasi dan aspek teknis kelaiklautan kapal berfungsi secara optimal, potensi risiko kecelakaan dapat diminimalisasi.
"Sehingga memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat pengguna jasa angkutan laut selama Lebaran," ungkapnya.
