Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG-20260130-WA0134.jpg
Pelaksanaan uji petik kapal milik DLU. (IDN Times/Dok Humas DLU Semarang)

Semarang, IDN Times - Sebanyak empat kapal milik PT Dharma Lautan Utama (DLU) menjalani pemeriksaan uji petik di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang untuk persiapan layanan Lebaran 2026. 

Pelaksanaan uji petik kapal DLU dilakukan tim Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjung Emas. 

Kepala Subdirektorat Pencegahan Pencemaran dan Manajemen Keselamatan Kapal (PMKK) Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) Kemenhub, Miftahul Hadi, menuturkan uji petik kapal punya peran vital sebagai instrumen pengawasan langsung terhadap kelaiklautan kapal. 

"Untuk pemeriksaan terhadap fungsi dan keandalan alat-alat navigasi kapal menjadi fokus utama. Ini karena peralatan navigasi merupakan faktor krusial dalam mencegah kecelakaan pelayaran dan menjamin keselamatan jiwa di laut," ujar Hadi, Jumat (30/1/2026). 

Ia bilang setiap kegiatan uji petik perlu mengacu Instruksi Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor 1 Tahun 2026 tentang uji petik kelaiklautan kapal penumpang angkutan lebaran tahun 2026.

Selain itu, pihaknya menuturkan seluruh kapal penumpang dan Roro yang akan melayani masyarakat pada masa puncak arus mudik dan balik Lebaran harus berada dalam kondisi laik laut, aman, dan memenuhi seluruh persyaratan keselamatan pelayaran.

Kepala Bidang Status Hukum dan Sertifikasi Kapal (SHSK) Kantor KSOP Kelas I Tanjung Emas, Dimyati, menyampaikan uji petik merupakan langkah antisipatif dan preventif dalam rangka menjaga standar keselamatan pelayaran.

Menurutnya, dengan memastikan seluruh peralatan navigasi dan aspek teknis kelaiklautan kapal berfungsi secara optimal, potensi risiko kecelakaan dapat diminimalisasi. 

"Sehingga memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat pengguna jasa angkutan laut selama Lebaran," ungkapnya. 

Dokumen pelayaran sampai peralatan keselamatan dan navigasi diperiksa ulang

Sebelum pelaksanaan uji petik, Kepala Kantor KSOP Tanjung Emas, Aries Wibowo memberikan pengarahan kepada seluruh petugas pemeriksa.

Dalam arahannya, ia menekankan uji petik dilakukan profesional, objektif, dan berpedoman penuh pada ketentuan peraturan perundang-undanganm

Adapun  uji petik kelaiklautan kapal penumpang di Pelabuhan Tanjung Emas ini dilaksanakan Marine Inspector Direktorat Perkapalan dan Kepelautan (MI Ditkapel), Marine Inspector KSOP Kelas I Tanjung Emas, serta melibatkan Distrik Navigasi Kelas II Semarang dan PT Biro Klasifikasi Indonesia Semarang.

Manajer Cabang Dharma Lautan Utama (DLU) Semarang, Herman Fajar mengatakan uji petik merupakan bagian penting dari upaya bersama antara regulator dan operator dalam menjaga dan meningkatkan standar keselamatan pelayaran.

Untuk kapal-kapal yang menjadi objek pelaksanaan uji petik antara lain KM Dharma Ferry 2, KM Dharma Kartika VII, KM Dharma Rucitra 9, KM Dharma Rucitra VI. 

"Uji petik terhadap keempat kapal mencakup kondisi alat navigasi, peralatan keselamatan, sistem komunikasi, kelengkapan dokumen kapal, serta kesesuaian sertifikasi yang berlaku," jelasnya. 

Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan bahwa kapal benar-benar memenuhi persyaratan keselamatan sebelum dioperasikan pada masa Angkutan Lebaran Tahun 2026.

Diharapkan, dengan sinergi yang kuat antara regulator, instansi teknis, dan operator kapal, pelaksanaan angkutan laut Lebaran Tahun 2026 dapat berjalan dengan lancar, aman, dan berkeselamatan.

Editorial Team